Posted by pataka on 2nd March 2006
Sejumlah media nasional telah menyatakan bahwa penolakan RUU APP hanyalah suara dari sekelompok kecil masyarakat Bali. Di bawah ini kami posting surat penolakan resmi yang dikeluarkan pada 2 Maret lalu oleh Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Bali. Majelis ini mewadahi 1.430 desa adat di Bali. Siapapun, yang cukup paham tentang tatanan sosial dan budaya masyarakat Bali, pasti tahu bahwa Desa Adat lah sesungguhnya pemegang kekuasaan politik di tingkat akar rumput Bali.
Dilaporkan bahwa Presiden SBY sendiri telah meminta salinan pernyataan ini melalui sebuah “saluran” khusus.
Read the rest of this entry »
Popularity: 9% [?]
Posted in Politics | 1 Comment »
Posted by pataka on 31st August 2005
Beliau telah pergi dalam damai, kembali pada Sang Khalik, pemilik semua jiwa. Sekali lagi, kehilangan besar bagi bangsa yang sedang prihatin ini. Satu per satu mereka meninggalkan dunia yang hiruk pikuk. Para tokoh bangsa yang terus memikirkan nasib rakyat, mendidik, membimbing dan mengayomi tanpa pamrih ataupun keinginan terhadap kekayaan, kedudukan dan kejayaan diri. Cak Nur adalah sosok pencerah dan pembuka wawasan yang rendah hati dan bersahaja. Teladan bagi siapa saja yang tunduk pada kebersihan nurani, kekuatan akal dan budi pekerti. Akhlak yang mulia dan tinggi dihadapan kebesaran Tuhan.
Read the rest of this entry »
Popularity: 6% [?]
Posted in Religion | 1 Comment »
Posted by pataka on 31st May 2005
pantatku padat biasa tak istimewa
kulit berjeruk kringat tak langsat
agak seksi agak menggoda agak rata
konon kata mira bencong taman kota
pantatku hanya punya sopan
karenanya dia gak doyan jilat
tidak betah di kursi empuk
hanya kenal emperan berdebu
sungkan dilapisi sutra beludru
anti sodokan dari belakang
meski biasa pantatku tetap menggoda
terima kasih wahai pantat yang setia
kau senada dengan juragan kere-mu
meski ku berharap putus urat mlarat
tapi pantat tak mau hina cara durjana
jangan lupa pantat, cermin hati kita
jakarta, bidakara – akhir mei 2005
Popularity: 7% [?]
Posted in Art and Culture | No Comments »