Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Kepatuhan RIM Terhadap Regulasi di Indonesia (6/7)

Posted by pataka on February 6th, 2011

H. Perbandingan Layanan RIM dan Layanan Proxy/VPN

Pertanyaan kritis lainnya adalah apakah layanan RIM ini sama dengan aplikasi berbasis sistem proxy seperti Opera Mini pada perangkat smartphone lainnya dan Anonymus Proxy pada aplikasi browser di komputer maupun smartphone? Sekilas memang nampak sama, tetapi bila dikritisi dengan deskripsi teknis lebih detail maka akan nampak jelas sejumlah hal prinsip yang membedakannya.

Berikut block diagram BIS (proprietary protocol RIM Socket/Serial), yang sulit disadap dibanding dengan layanan Opera (open standard protocol, TCP/IP) dan Anonymous Proxy (open standard protocol, TCP/IP) yang relatif bisa disadap.

180712_1752952538090_1067214440_1938696_3527954_n.jpg

181728_1752952778096_1067214440_1938697_6088270_n.jpg

168368_1752953298109_1067214440_1938699_7310487_n.jpg

Pertama, layanan RIM bersifat bundel/terintegrasi sebagai layanan, aplikasi danĀ  push/proxy sekaligus yang berbasis proprietary protocol tidak dapat dipisahkan atau berdiri sendiri. Walau memiliki kemampuan untuk memanfaatkan protocol TCP/IP secara native akan tetapi pengguna tidak dapat menikmati keunggulan layanan RIM secara penuh dibandingkan jika menggunakan RIM Socket protocol. RIM Socket protocol hanya aktif jika pengguna berlangganan layanan BIS/BES.

Kedua, browser Opera Mini dan anonymous proxy sepenuhnya adalah aplikasi bukan layanan seperti RIM atau ISP sehingga dapat digunakan langsung oleh pengguna smartphone apapun termasuk Blackberry dan juga pada komputer biasa dengan memakai akses data ISP manapun tanpa harus berlangganan layanan lain terlebih dahulu atau terkoneksi ke infrastruktur khusus tertentu.

Ketiga, secara umum layanan RIM tidak dapat diblok atau disadap karena akses sejak dari handset Blackberry hingga menuju infrastruktur RIM menggunakan private trunk dan proprietary protocol RIM Socket. Sedangkan pengguna Opera Mini ataupun Anonymous Proxy tetap bisa disadap dan diblok karena memakai saluran akses data publik dan native TCP/IP protocol yang sifatnya terbuka.

H.1. Layanan Aplikasi VPN

Salah satu model layanan aplikasi yang mirip dengan layanan RIM adalah VPN aplikasi seperti Google Business Connect. Pada prinsipnya layanan ini adalah suatu aplikasi yang berada di internet dan juga diakses melalui internet lewat jaringan operator. Akan tetapi karena layanan ini bersifat private (ditujukan kepada pasar korporasi) maka untuk keamanannya digunakan VPN. Sehingga pada dasarnya pengguna dibatasi hanya mengakses aplikasi tersebut sesuai kebutuhan bisnisnya saja tidak untuk koneksi ke global internet. Layanan ini lebih mirip intranet over internet dan merupakan fitur standar cloud computing.

H.2. Kesimpulan Layanan RIM dan Layanan Proxy/VPN

Layanan RIM bersifat bersifat bundel/terintegrasi sebagai layanan internet, aplikasi dan push/proxy sekaligus yang berbasis proprietary protocol tidak dapat dipisahkan atau berdiri sendiri. Sedang layanan aplikasi berbasis proxy seperti Opera Mini, eBuddy, Anonymous Proxy adalah aplikasi independen dan menggunakan standar terbuka tidak terikat dengan layanan internet tertentu. Sedangkan layanan aplikasi VPN bersifat private dan limited (terbatas) bukan layanan akses internet penuh walau aplikasi dan jalur aksesnya melalui internet.

I. Memahami Sudut Pandang RIM

RIM adalah pelaku usaha global yang menerapkan standar bisnis worldwide dengan model B to B dilindungi NDA pada setiap operator partner mengikuti aturan hukum yang berlaku di negaranya. Dalam pemahaman RIM, teknologi dan layanannya adalah aplikasi nilai tambah yang tidak memerlukan izin.

Setiap perubahan model bisnis yang telah dijalankan dapat berdampak luas pada operasional RIM di seluruh dunia. Sebagai contoh, bila RIM mematuhi ketentuan di Indonesia (mengajukan izin penyelenggara jasa telekomunikasi), maka akan menjadi preseden bagi negara lain untuk menerapkan hal yang sama pada RIM. Konsekuensinya skema bisnis, pembiayaan operasional, investasi, portofolio dan perdagangan saham RIM di pasar modal akan mengalami perubahan drastis.

Pada prinsipnya peningkatan beban kewajiban terhadap RIM terkait kepatuhan admistrasi, perijinan, perpajakan, purna jual, kerjasama penegakan hukum pada akhirnya akan berdampak pada struktur tarif layanan serta pola kerjasama B to B dengan para operator partner. Meskipun demikian RIM pasti juga tidak akan menutup mata terhadap dampak positif berupa potensi bisnis lain seperti di bidang aplikasi/pengembang lokal, investasi untuk manufaktur dan akomodasi TKDN yang mungkin dapat meningkatkan efisiensi produksi serta memperkuat posisi RIM di dalam persaingan sehingga menjadi dominan di kawasan ASEAN.

RIM juga tidak mungkin mengabaikan pendapatan yang sangat besar dari pasar eksisting dan operasi serta rencana pengembangan yang terlanjur digelar. Bila RIM meninggalkan pasar yang sedang tumbuh, karena masalah ketidakpatuhan terhadap regulasi, maka ini akan dapat berdampak pada citra perusahaan secara global dan berpengaruh pada nilai saham RIM di lantai bursa serta mengundang reaksi para pemegang saham. Keputusan Google yang pernah menarik diri dari pasar China merupakan preseden buruk yang terbukti memaksa Google kembali masuk ke pasar China dan memilih bekerjasama dengan regulator setempat.

Maka menjadi sangat penting bagi pemerintah untuk melakukan pensikapan dan penerapan strategi secara proporsional terhadap kepentingan RIM. Pendekatan politis agar RIM mematuhi peraturan perundangan yang berlaku tanpa syarat secara gradual dapat diimbangi dengan pemberian fasilitas dan insentif regulasi agar RIM tertarik dengan potensi Indonesia untuk peningkatan bisnis RIM, tidak hanya sekedar sebagai pasar tapi juga pengembangan kerjasama dan investasi.

Pemerintah juga dapat menawarkan asistensi kepada RIM untuk menyusun road map implementasi kepatuhan dan solusinya sekaligus melakukan diskusi untuk pengembangan bisnis dalam jangka pendek dan panjang. Tetapi pemerintah juga harus mempersiapkan contingency plan terhadap kemungkinan resistensi RIM dan antisipasi terhadap dampak bisnis operator mitra dan kerugian konsumen.

J. Resolusi Jangka Pendek

Beberapa isu krusial sepatutnya segera diselesaikan oleh RIM dengan memenuhi komitmennya kepada Pemerintah Indonesia sesuai kesepakatan terdahulu:

  1. Membuka kantor perwakilan resmi dengan skala yang patut di Indonesia. Fakta bahwa PT RIM Indonesia hanya diampu oleh seorang expatriat dan satu dua orang staf lokal tentu kurang merepresentasikan perhatian RIM terhadap pasar yang sedang tumbuh dengan total pengguna 3 (tiga) juta
  2. Membangun lebih banyak lagi jaringan distribusi resmi secara terbuka
  3. Menyediakan pusat layanan purna jual resmi dengan fasilitas penuh untuk perbaikan, teknisi dengan kualifikasi terbaik, stok suku cadang yang lengkap dan jumlah outlet yang memadai bukan hanya sekedar pick up point serta jaminan untuk semua produk RIM termasuk yang masuk melalui jalur PI
  4. Menyediakan customer care hotline 24/7 resmi di wilayah Indonesia
  5. Melakukan penapisan konten negatif, melakukan retensi data lokal dan kerjasama penegakan hukum serta menyiapkan sistem layanan intersepsi yang kredibel dan dapat diakses setiap saat oleh aparat penegak hukum.

Sebagian komitmen memang telah dilakukan tapi belum memenuhi ekspektasi pemerintah dan masyarakat. RIM perlu menunjukkan keseriusan dan percepatan yang meyakinkan sekaligus meningkatkan kinerja dan kualitas layanan eksisting.

K. Rekomendasi Jangka Panjang

Untuk membawa RIM pada sejumlah komitmen, perlu diskusi dan persiapan matang sebelum diimplementasikan, mengingat banyaknya aturan yang harus diperhatikan. Pemerintah harus cermat melakukan kajian, menjaga agar tidak ada hal baru yang muncul tiba-tiba. Sangat penting menghilangkan kesan seolah pemerintah baru ribut belakangan saat bisnis terlanjur berkembang dan hanya bertujuan mendapatkan pembagian kontribusi dari keuntungan besar pemain.

Berikut agenda yang harus disepakati dengan RIM dalam jangka panjang:

  1. Berkomitmen untuk menetapkan road map kepatuhan usaha, bisnis dan teknis untuk seluruh bisnis dan layanan RIM di Indonesia
  2. RIM bergabung dengan ISP lokal dan menjadikan BIS/BES sebagai brand produk layanan. Strategi ini untuk mensiasati aturan DNI dan BKPM
  3. Menempatkan infrastruktur RIM (relay/full) di wilayah hukum Indonesia
  4. Meningkatkan implementasi penapisan konten negatif pada infrastruktur RIM yang telah ditempatkan di Indonesia
  5. Menerapkan kewajiban pengamanan infrastruktur sebagaimana ISP lainnya
  6. Memenuhi ketentuan ULO, sertifikasi (TA), QoS untuk setiap infrastruktur RIM yang diimplementasikan dan diajukan melalui ISP partner
  7. Memenuhi kewajiban BHP jastel dan USO untuk co-branding produk BIS/BES mengikuti kewajiban serupa untuk produk jasa layanan ISP partner yang lain
  8. RIM menyediakan saluran resmi untuk penyediaan informasi dalam rangka penegakan hukum termasuk akses terhadap retensi data dan penyadapan
  9. Bersedia untuk meningkatkan status penyelenggaraan dan mengajukan sendiri lisensi penyelenggaraan jasa layanan setara ISP.

Catatan untuk RIM: harus memberi batas waktu yang jelas untuk rencana jangka panjang dan secara periodik inisiatif melaporkan perkembangannya ke publik.

L. Potensi Penolakan dan Tantangan

Pemerintah juga perlu menyiapkan strategi dan contingency plan apabila terjadi kemungkinan terburuk berupa resistensi dari pihak RIM dengan antara lain:

  1. Memasukkan definisi baru untuk layanan sejenis dengan RIM dalam RUU Konvergensi dan mengamanatkan aturan teknis berupa PP/PM
  2. Meminta moratorium penjualan baru produk RIM oleh semua operator
  3. Meminta moratorium layanan data untuk RIM oleh semua operator
  4. Meminta moratorium layanan aplikasi spesifik RIM (push mail, BBM)
  5. Menawarkan akses data plan murah untuk Blackberry gadget khusus untuk layanan aplikasi non spesifik RIM sebagai kompensasi kepada konsumen
  6. Mempromosikan substitusi layanan alternatif: iPhone, Android, Java (OEM)
  7. Mendorong industri manufaktur lokal (OEM) dan operator agar bekerjasama memanfaatkan situasi dan mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan RIM
  8. Mendorong ISP/CP lokal untuk membangun layanan sejenis (proxy, push, compressed, encrypted) seperti yang dilakukan oleh RIM
  9. Mendorong peningkatkan kualitas jaringan operator agar tidak overload sebagai antisipasi dampak migrasi dari layanan RIM ke layanan data reguler.

Bila dianggap mendesak, pemerintah dapat menerbitkan revisi definisi layanan multimedia dalam peraturan eksisting atau sama sekali membuat regulasi baru setingkat Peraturan Pemerintah sekaligus memperhatikan apakah regulasi yang diterapkan ini berpotensi melanggar kesepakatan internasional, misalnya WTO.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>