Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Kepatuhan RIM Terhadap Regulasi di Indonesia (4/7)

Posted by pataka on February 6th, 2011

F. Penempatan Infrastruktur RIM

Salah satu diskursus yang paling menarik dalam polemik tentang RIM ini adalah mengenai potensi keuntungan dan keunggulan teknis penempatan infrastruktur RIM di wilayah hukum Indonesia. Sejumlah efisiensi dan peningkatan kinerja (misalnya latency yang lebih rendah) akan dapat dinikmati oleh pengguna di Indonesia selain sejumlah fungsi penting akan mudah dilaksanakan, misalnya untuk penegakan hukum dan kewajiban penapisan terhadap konten negatif.

Keuntungan langsung yang dapat dicapai adalah efisiensi traffic routing. Apabila RIM menempatkan infrastrukturnya (NOC) di Indonesia maka operator partner tidak perlu membeli bandwidth internasional yang mahal untuk menyalurkan traffic dari Blackberry handset ke infrastruktur RIM di Canada. Operator cukup menyewa saluran local loop yang lebih murah menuju ke NOC RIM atau melalui local exchange. Biaya bandwidth internasional yang dikeluarkan RIM juga akan dibelanjakan ke Network Access Provider (NAP) lokal. Bila RIM menghubungkan NOC di Indonesia ke local exchange maka ini akan memberi kesempatan pada pengembang aplikasi lokal untuk bergabung dalam jaringan RIM sekaligus RIM membuka mirror lokal untuk pasar Blackberry Application Store. Secara umum skenario ini akan dapat meningkatkan perputaran ekonomi domestik (termasuk tenaga kerja dan pajak) yang memberi keuntungan optimal bagi Indonesia.

Perhatikan dan bandingkan diagram alternatif service routing RIM berikut ini:

Alternatif Service Routing 1, dengan skenario eksisting seluruh traffic ke Canada. Kerugiannya operator partner harus membayar bandwidth internasional mahal.

180924_1752950858048_1067214440_1938690_2547979_n.jpg

Alternatif Service Routing 2, sesuai skenario relay dimana RIM membangun NOC lokal namun sifatnya hanya menampung traffic local dan meneruskan ke Canada. Keuntungannya operator partner cukup membayar akses local loop yang murah menuju ke local relay system RIM tersebut. Traffic local dapat dibelokkan untuk fungsi penting lain seperti penapisan konten negatif dan lawful intercept.

181712_1752951298059_1067214440_1938692_3212131_n.jpg

Alternatif Service Routing 3, sesuai skenario full local co-location dimana RIM menempatkan infrastrukturnya secara penuh di Indonesia. Seluruh keuntungan serta optimasi dapat dilakukan termasuk interkoneksi dengan pengembang dan penyedia aplikasi online lokal serta local mirror Blackberry Application Store.

181720_1752951658068_1067214440_1938693_3813214_n.jpg

Bagan berikut ini memberikan gambaran lebih detail skenario full co-location:

182404_1752952218082_1067214440_1938695_5042928_n.jpg

F.1. Kesimpulan Penempatan Infrastruktur RIM

Sejumlah keuntungan bila RIM menempatkan infrastrukturnya di indonesia:

  1. Kinerja layanan yang lebih baik, misalnya latency yang lebih rendah
  2. Biaya akses internet internasional akan dibelanjakan RIM ke NAP lokal
  3. Operator dapat mereduksi biaya akses untuk trunk ke infrastruktur RIM, cukup membelanjakannya ke penyelenggara jaringan tetap tertutup lokal
  4. Reduksi biaya akses ke konten lokal (tidak perlu ke internasional) sekaligus mendorong pertumbuhan konten/layanan lokal misalnya payment gateway
  5. Peluang kerjasama pengembang dan penyedia aplikasi lokal dan penempatan mirror Blackberry Application Store dengan konten khas Indonesia
  6. Membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal termasuk pemenuhan kewajiban lainnya seperti pajak
  7. Pemenuhan kewajiban implementasi penapisan konten negatif dan lawful intercept yang lebih efisien, cepat (timely manner) dan rasional sesuai dengan tuntutan penegakan hukum yang berlaku di Indonesia.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>