Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Kepatuhan RIM Terhadap Regulasi di Indonesia (3/7)

Posted by pataka on February 6th, 2011

C. Pemahaman Model Bisnis RIM

Selain melalui pendekatan regulasi sebenarnya kasus RIM juga dapat dipahami dari sudut pandang bagaimana RIM menjalankan bisnisnya, arsitektur teknis dari layanannya dan mencermati kesesuaiannya dengan layanan ISP. Dapat juga membandingkan model layanan RIM ini dengan layanan aplikasi lainnya. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana sebaiknya perlakuan terhadap layanan ini secara bisnis maupun teknis. Berikut sejumlah model bisnis RIM:

  1. RIM menjual perangkat Blackberry smartphone berfungsi sebagai perangkat akses untuk menikmati layanan akses Internet dan atau enterprise (BIS/BES) yang diselenggarakannya, maka RIM selain penyelenggara jasa layanan akses Internet juga sekaligus merupakan produsen alat telekomunikasi
  2. RIM menyediakan infrastruktur serupa NOC pada ISP untuk mengendalikan layanan BIS/BES yang bersifat sentralistik di Canada
  3. Perangkat Blackberry smartphone dihubungkan ke infrastruktur RIM di Canada melalui jaringan operator lokal partner (sebagai carrier) RIM melalui kerjasama B to B. ISP di Indonesia juga melakukan hal yang sama karena sesuai peraturan perundangan penyelenggara jasa telekomunikasi tidak harus menyelenggarakan sendiri jaringan telekomunikasi untuk saluran akses layanannya hingga ke pengguna akhir
  4. RIM menggunakan protokol komunikasi khusus yang bersifat proprietary disebut dengan RIM Socket (Serial) untuk menghubungkan perangkat Blackberry smartphone ke infrastruktur RIM di Canada secara tunnel
  5. Di dalam protokol RIM Socket terdapat teknologi kompresi data proprietary yang hanya dimiliki oleh RIM dan enkripsi (opsional) atas pilihan pelanggan, hal yang sama juga dilakukan oleh ISP untuk menyelenggarakan layanan khusus/private seperti VPN/IP Tunnel (trunk)
  6. RIM membebankan biaya registrasi, aktivasi dan biaya berlangganan pada pengguna akhir Blackberry untuk mendapatkan layanan dan interkoneksi ke infrastruktur RIM di Canada melalui kerjasama dengan operator lokal. Hal yang sama juga dilakukan oleh ISP di Indonesia, bedanya RIM menggunakan perangkat akses spesifik sedangkan ISP tidak
  7. Operator lokal adalah sebagai carrier partner yang tidak memiliki kendali apapun terhadap layanan ini dan hanya akan mendapatkan bagi hasil. Model yang sama juga dilakukan oleh beberapa ISP melalui kerjasama B to B dengan penyelenggara jaringan telekomunikasi (operator) lokal.

C.1. Kesimpulan Model Bisnis RIM

Model bisnis semacam ini ternyata terbukti tidak efisien dan menimbulkan biaya lebih besar yang harus ditanggung oleh operator partner dan pelanggan karena letak infrastruktur RIM berada di luar Indonesia. Penggunaan protokol teknologi kompresi proprietary ternyata juga menyulitkan upaya penegak hukum. Karena teknologi tersebut dilindungi oleh Hak Cipta dan Paten, tidak ada alat selain yang dimiliki RIM boleh atau dapat membuka/menyadap perangkat akses Blackberry smartphone dan layanan BIS/BES secara sah untuk penegakan hukum (lawful intercept). Sebagian besar uang yang dihasilkan lari ke Canada, tidak berputar di Indonesia sehingga kontribusinya kecil terhadap kemajuan ekonomi nasional.

Maka untuk menegakkan kedaulatan hukum dan ekonomi Indonesia, Pemerintah sebaiknya segera meminta RIM untuk mematuhi hukum dan mengajukan lisensi sebagai ISP. Selanjutnya membangun infrastruktur layanannya di Indonesia agar bisnis berlangsung lebih efisien dan memberi kontribusi optimal bagi Indonesia.

D. Pemahaman Teknis Layanan RIM

Sebagaimana telah dibahas sebelumnya bahwa menurut regulasi, layanan RIM adalah sejenis dengan ISP yaitu jenis layanan jasa multimedia akses internet. Untuk memahami secara teknis bagaimana cara kerja layanan RIM berikut tabel perbandingan berdasarkan struktur network, service and application stack:

182024_1752898736745_1067214440_1938660_7822141_n.jpg

Dari tabel perbandingan di atas terlihat jelas bahwa layanan RIM memang sangat mirip dengan ISP bahkan sama, tidak ada perbedaan secara mendasar.

D.1. Metode Penyaluran Akses

Secara teknis juga dapat diperbandingkan bagaimana cara RIM dan operator lain menyalurkan layanan ke perangkat akses smartphone, perhatikan dua tabel ini:

181571_1752899176756_1067214440_1938662_8301836_n.jpg

Perbedaan mendasar dengan smartphone lainnya nampak pada Layer SERVICES dan NETWORK, perhatikan pada tabel kedua untuk perangkat bukan Blackberry:

180825_1752900136780_1067214440_1938664_6812248_n.jpg

D.2. Kesimpulan Teknis Layanan RIM

Ilustrasi di atas menunjukkan ciri perbedaan dan persamaan layanan akses internet BIS/BES dari RIM dengan menggunakan perangkat akses Blackberry dibanding produk layanan akses internet selular yang diselenggarakan oleh ISP (misalnya IM2 Broom) menggunakan perangkat akses Smartphone lain:

  1. RIM menyelenggarakan jasa layanan akses internet publik (produk BIS/BES) melalui jaringan selular sebagaimana ISP IM2 (produk Broom)
  2. Pada Layer Network ISP selular seperti IM2 menggunakan protokol akses TCP/IP Socket yang bersifat terbuka, tanpa kompresi khusus sedangkan RIM menggunakan protokol akses RIM Socket yang  bersifat tertutup, kompresi khusus dan tambahan enkripsi (optional) khusus untuk layanan BES
  3. Pada layanan BIS/BES protokol RIM Socket menghubungkan perangkat akses Blackberry ke NOC (Network Operating Center) atau sering disebut dengan RIM Infrastructure yang terpusat di Canada dengan cara membangun sebuah tunnel/trunk (saluran maya) melalui jaringan carrier partnernya. Pihak carrier hanya menyalurkan traffic tidak memiliki wewenang untuk mengatur registrasi, otentikasi dan kendali teknis terhadap layanan (routing dlsb.)
  4. Sedangkan untuk layanan Broom dari IM2 yang digunakan adalah protokol standar terbuka TCP/IP sebagai native trunk untuk menyalurkan akses dari perangkat akses pengguna langsung terkoneksi ke Global Internet melalui jaringan carrier partner dan gerbang internet milik IM2 di Indonesia. Pihak carrier hanya menyalurkan traffic tidak memiliki wewenang untuk mengatur registrasi, otentikasi dan kendali teknis terhadap layanan (routing dlsb.).

Catatan: cara terbaik untuk mengetahui cara kerja RIM Serial Protocol (RIM Socket) adalah dengan mempelajari strukturnya. Tapi protokol ini tidak pernah dibuka secara resmi oleh RIM sehingga sumber informasinya terbatas. Salah satunya http://off.net/cassis/protocol-description.html sayangnya dokumen ini terakhir diupdate Agustus 2001 sehingga mungkin telah banyak perubahan dilakukan RIM sejak saat itu. Sebagai referensi dokumen ini cukup menarik.

E. Pemahaman Sebagai Penyedia Aplikasi

Salah satu penyebab polemik terhadap keberadaan Blackberry di Indonesia adalah fakta bahwa RIM adalah perusahaan yang multidimensi. Selain produsen perangkat smartphone, penyelenggara layanan akses internet, menyediakan aplikasi berbasis internet serta sekaligus RIM juga mengembangkan sendiri platform mobile operating system (OS) eksklusif untuk produknya seperti yang dilakukan oleh Apple dengan produk iPhone-nya.

Beberapa perusahaan seperti Google mengembangkan platform mobile OS Android yang digunakan oleh banyak pemanufaktur seperti Motorola, LG, HTC dll. Sedang Microsoft hanya menjual platform OS Windows Mobile untuk dipakai pemanufaktur lain seperti Samsung dan Sony Ericsson. Nokia sebagai market leader membeli pengembang OS Symbian untuk dijadikan platform tunggalnya.

RIM memberikan layanan akses internet melalui brand BIS/BES sekaligus juga membuat dan menyelenggarakan layanan aplikasi proprietary yang hanya bisa bekerja di lingkungan sistem layanan RIM yaitu Blackberry Messenger. Produsen smartphone lainnya sebenarnya juga memiliki aplikasi proprietary serupa tapi sebagai pelopor, popularitas Blackberry Messenger jauh lebih besar.

Aplikasi proprietary serupa Black Berry Messenger di platform smartphone lain misalnya antara lain: Blueberry (CSL) Messenger, Nexian Messenger dan layanan push mail. Semua pengembang aplikasi dan platform mobile OS (Java, Symbian, Windows Mobile, Android) memiliki aplikasi proprietry yang bundel dengan layanan akses data/internet mereka seperti OVI Mail Nokia, Microsoft Exchange Mobile, RIM BES, Google/Gmail dan Yahoo. Namun layanan aplikasi standar internet  berbasis protocol terbuka TCP/IP seperti Yahoo Messenger, Google Talk, IMAP/POP/SMTP email juga masih digunakan sebagai pilihan.

Selain mengembangkan aplikasi sendiri, RIM juga memfasilitasi pengembang pihak ketiga untuk membangun lebih banyak lagi aplikasi yang dapat bekerja di platform milik RIM termasuk diantaranya nama besar seperti Yahoo!, Google, Facebook, Twitter dlsb. sekaligus menyediakan pasar untuk berinteraksi dan transaksi langsung dengan para pengguna lewat Blackberry Application Store mirip seperti Apple Store dan Android Market.

Sebagian besar aplikasi Blackberry dipasok oleh pihak ketiga ternyata juga dapat dijumpai di platform smartphone lainnya. Artinya tidak ada perbedaan yang besar karena hampir semua pengembang aplikasi dan layanan 3rd party seperti Opera, Facebook, Twitter Yahoo, Google etc. melakukan porting di platform Blackberry maupun smartphone yang lainnya.

E.1. Kesimpulan Tentang Penyediaan Aplikasi

Dari uraian di atas maka dapat dipahami bahwa RIM, sebagaimana produsen smartphone lainnya memang juga mengembangkan dan menyediakan layanan aplikasi kepada penggunanya sebagai suatu kelaziman di dalam bisnis tersebut.

  1. RIM adalah produsen perangkat telekomunikasi Blackberry smartphone sebagaimana merk lain Nokia, Nexian, iPhone (Apple), Android (Google) dll.
  2. RIM adalah pengembang platform mobile OS (operating system) untuk produk smartphonenya sendiri  seperti yang dilakukan iPhone (Apple)
  3. RIM juga sekaligus menjadi content provider aplikasi proprietary Blackberry Messenger untuk pengguna smartphone produksinya seperti Nokia dan CSL
  4. RIM dan produsen smartphone lain juga mengembangkan aplikasi sendiri (proprietary) yang spesifik digunakan untuk platform tersebut namun sebagian besar kekayaan aplikasinya dipasok oleh pengembang pihak ketiga
  5. Para produsen ini juga memiliki layanan pasar aplikasi sebagai platform transaksi antara pengembang dan pengguna. Misal Blackberry Application Store, Android Market, Nokia OVI Store, Apple Application Store dan iTunes untuk platform mobile Apple (iPhone, iPad, iPod). Semua layanan ini sifatnya value added pendukung produk yang terpisah dari layanan akses internet.

Sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi layanan internet telah jelas posisi RIM menurut peraturan perundangan yang berlaku. Demikian pula sebagai produsen perangkat smartphone Blackberry. Tetapi sebagai pengembang dan penyedia layanan aplikasi online, hingga saat ini belum ada ketentuan dalam peraturan perundangan yang jelas mengenai statusnya. Artinya perlakuannya sama dengan Content Provider (CP) pada layanan selular selama ini.  Tidak ada prosedur izin yang harus ditempuh, pungutan BHP maupun kewajiban lainnya. RIM bebas mengembangkan layanannya tersebut seluas-luasnya.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>