Pesan Tentang Kesabaran
Posted by pataka on May 8th, 2009
Beberapa waktu yang lalu saya menerima banyak pesan nasehat mengenai kesabaran. Saya tulis ulang sekiranya bermanfaat untuk kita semua.
Ada sebuah kutipan dari seseorang : “Allah tidak pernah menjanjikan selamanya langit cerah membiru, Allah juga tidak berjanji sepanjang jalan hidupmu bertabur bunga, tetapi Dia menjanjikan kekuatan dan pertolongan-Nya”. Memang benar, bahwa di tengah segala ujian dan kesulitan, sudah pasti Allah juga memberikan solusinya juga dan salah satunya adalah kekuatan dan pertolongan di dalam menjalani takdir tersebut. Memang kita diuji itu agar mendekat dan meminta kepada-Nya.
Kutipan ini mirip dengan apa yang saya sampaikan kepada calon pasangan dulu ketika akan menikah: “saya tidak menjanjikan kamu kemewahan, kesenangan yang semu akan tetapi jalan yang berliku dan tantangan kehidupan yang nyata agar kita merasakan dan belajar jadi manusia dewasa yang memahami arti perjuangan, pengorbanan, tanggung jawab dan cinta kasih sayang yang sesuai tuntunan agama sehingga kita dapat mencapai kebahagiaan yang sejati dan surga Allah yang dijanjikan untuk ummatnya yang bertakwa”.
Kedua situasi yang disampaikan dalam kutipan di atas, hanya mungkin dilalui dengan sukses apabila pelakunya bisa bersikap sabar. Jadi sabar adalah modal serta kunci penyelesaian satu permasalahan di dalam kehidupan yang kita hadapi. Kata orang bijak, pada akhirnya, waktu yang akan mendamaikan suatu persoalan. Artinya manusia harus bersabar.
Kesabaran adalah karunia Allah yang paling luas dan paling baik bagi hamba. Rasulullah bersabda ” Barang siapa yang berusaha sabar, Allah akan jadikan ia sabar dan tidaklah seseorang diberikan sesuatu yang paling baik dan paling luas dari kesabaran ( HR Bukhari & Muslim ). Ada kutipan bijak yang senada dengan hadist ini : “Sesungguhnya orang yang sabar itu diberikan pahala tanpa batas”. Kutipan lainnya : ”Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji. Adapun yang mengeluh, maka orang itu tidak mendapat ganti, sia-sia belaka.”
Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadits Qudsi,:” Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia bersabar, melainkan surga baginya.” Saudaraku, Allah telah berfirman dalam Al Qur’an mengenai kesabaran ini; “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu itu. “(Qs. Ali Imran ayat 200). Ayat ini mengambil perumpamaan orang yang dikasihi. Biasanya memang yang terbaik dan paling dikasihi dan dicintai itulah yang kemudian diambil oleh Allah dari sisi kita sebagai suatu ujian. Seperti ketika Nabi Yakub a.s. dikabarkan mengenai hilangnya anak tercintanya, Yusuf a.s.
Dalam hidup ini, takkan lepas dari ujian yang diberikan Allah. Apapun itu, kehilangan orang yang dikasihi, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, ketakutan adalah bentuk ujian dari Allah. Artinya ujian itu bentuknya bermacam-macam dan bisa menimpa hal-hal yang kita khawatirkan keberadaannya ketika berada di dunia (keduniawian) sebagaimana ayat: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (QS. Al Baqarah Ayat 155). Akan tetapi mereka yang bersabar dari ujian tersebut oleh Allah akan diberikan kabar gembira.
Maka, tiadalah berita gembira bagi orang yang ditimpa ujian melainkan dia mampu memiliki kesabaran. Kesabaran itu adalah salah satu perbuatan yang utama.
Jangan pernah bersedih dengan ujian yang Allah berikan. Sebab, ujian itu adalah salah satu cara Allah untuk meningkatkan derajat keimanan kita. Dalam firman-Nya, Allah katakan : “Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu sekalian (kepada Allah) agar Kami mengetahui orang-orang yang berjuang dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian.” (QS. Muhammad Ayat 31).
Dengan demikian, Allah telah menjadikan kesabaran sebagai indikasi keimanan seseorang. Allah akan memberikan ganjaran yang tiada batas bagi orang yang bersabar. Bukankah ini tawaran yang luar biasa? Dijelaskan dalam ayat: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Azzumar Ayat 10).
Jika Allah berkehendak untuk menjadikan seseorang itu baik, maka Dia akan menimpakan ujian pada orang tersebut. Jadi, janganlah berburuk sangka terhadap orang yang sedang diuji, jangan berprasangka terhadap ujian-ujian, kesempitan, kesusahan dan kekurangan yang diberikan Allah untuk kita jalani. Sebaiknya kita justru harus bangga, sebab kita adalah salah satu orang yang Allah pilih untuk diajarkan menjadi pribadi-pribadi yang baik kelak.
Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “barangsiapa yang dikendaki oleh Allah menjadi orang baik maka ditimpakan musibah (ujian) kepadanya”. (HR. Muslim). Dari Annas ra. Rasulullah SAW bersabda : “Apabila Allah menghendaki hamba-Nya itu menjadi baik, maka Ia menyegerakan siksaannya di dunia ini dan bila Allah menghendaki hamba-Nya itu menjadi jahat maka Ia menangguhkan balsan dosanya hingga akan dituntut pada hari kiamat”. Jadi orang yang sedang diuji itu justru sebenarnya sedang diringankan siksaannya oleh Allah, sedang dikurangi dosanya.
Bagi seorang mu’min (orang-orang yang beriman), apapun keadaannya adalah baik baginya. Susah maupun senang adalah kebaikan dari Allah. Dari Abu Yahya bin Sinan ra. Rasulullah bersabda : “Memang sangat menakjubkan keadaan orang mukmin itu; karena segala urusan sangat baik baginya dan itu takkan terjadi kecuali bagi seseorang yang beriman di mana bila mendapatkan kesenangan ia bersyukur maka itu sangat baik baginya, dan bila ia tertimpa kesusahan ia sabar dan itu sangat baik baginya”. (HR. Muslim).
Semoga kita menjadi pribadi yang menakjubkan yang disinyalir oleh Allah dalam firman-Nya dan dalam sabda baginda Rasulullah. Wallahu’alam bishowab.
Menurut Al Quran, sabar itu ternyata juga setara dengan JIHAD: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar”. (QS. Ali Imran Ayat 142).
Maka jelaslah bahwa belum tentu akan masuk surga seseorang yang tidak mengalami ujian kesabaran ketika hidup di dunia. Sementara orang-orang yang telah berhasil melalui ujian kesabaran dengan sukses, maka diberikan kabar gembira ganjaran setara dengan melakukan jihad. Tentu saja kabar gembira itu nantinya adalah surga Allah.
Cobaan dan ujian itu menimpa kita sebagaimana juga telah ditimpakan kepada orang-orang yang beriman sebelum kita. Namun, setelah datangnya cobaan dan ujian itu, Allah selalu memberikan pertolongan. Maka salah satu tujuan diberikannya cobaan dan ujian itu adalah agar kita mendekat dan meminta pertolongan kepada Allah asalkan kita mau mengakui kelemahan, kesalahan dan dosa yang kita lakukan kemudian berserah diri kepada-Nya.
Dijelaskan dalam ayat : “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. al-Baqarah Ayat 214).
Dan menurut saya pesan kesabaran yang paling berat disampaikan kepada saya adalah ayat Al Quran berikut ini yang memperingatkan kita :
Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”. (QS. At Taubah Ayat 24)
Inilah yang sering berulang-ulang sampaikan di dalam majelis taklim. Bahwa keluarga, isteri, anak, harta kekayaan, karir, usaha, pekerjaan yang selalu kita khawatirkan keadaannya, sesungguhnya pada dasarnya adalah amanah Allah yang juga menjadi ujian bagi kita. Melalui simbol keduniawian itulah ujian ditimpakan Allah kepada kita.
Pengalaman saya pribadi berkali-kali diberi ujian beberapa persoalan yang mirip dengan apa yang pernah terjadi sebelumnya. Mengapa orang menghadapi ujian yang sama? Itu bisa saja berarti saya atau yang bersangkutan oleh Allah dianggap belum lulus ujian walaupun sudah pernah diuji, belum ditingkatkan derajatnya, belum diterima tobatnya dan karenanya belum diberikan ganjaran bertambahnya kemuliaan dan pengganti yang lebih baik sebagaimana yang dijanjikan. Dalam situasi semacam ini, biasanya Allah baru memberikan pertolongan berupa kemudahan urusan untuk meringankan saja. Tapi pada dasarnya masih belum lulus.
Artinya saya atau yang bersangkutan mengalami masalah semacam ini masih kurang sabar, masih belum bertakwa, masih belum taubatan nasuha – tobat yang sesungguh-sungguhnya. Inilah teguran dan koreksi yang Allah tunjukkan. Kadang ujian berulang itu terjadi karena kita tidak istiqomah (konsisten) di dalam bertobat dan beribadah yang lebih baik. Seringnya manusia itu bertambah ibadahnya ketika dalam kesulitan, tetapi kembali menjadi seadanya dan meringankan ibadah ketika sudah melewati masalah karena berbagai macam alasan. Hal semacam ini kurang disukai Allah, sehingga dia kembali mengingatkan melalui ujian, supaya kita kembali mendekatkan diri, ibadah yang istiqomah dan senantiasa berusaha setiap saat meningkatkan kualitasnya. Baru setelah itu Allah akan berkenan, memberikan apa yang telah dijanjikan-Nya.
So, bersabarlah, niscaya kamu akan menjadi orang yang beruntung!
Popularity: 1% [?]