Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Sekilas Perjalanan Lendy Widayana

Posted by pataka on January 24th, 2009

Beliau memang adalah sosok pelopor, pekerja keras, otodidak yang serba bisa dan pribadi sederhana yang penuh semangat. Semua pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya senantiasa dibagikan kepada sekelilingnya sehingga dia menjadi penerang, guru dan teladan bagi banyak orang. Termasuk saya pribadi. Banyak teman dekatnya yang dulu menjadi muridnya telah menjadi tokoh penting, namun dia sendiri tetap bersahaja.

Sebagai pelopor, beliau adalah aktivis RAPI yang pertama kali membangun stasiun repeater HF di Gunung Penanjakan (kawasan Taman Nasional Bromo – Tengger – Semeru, Jawa Timur) dalam rangka mendukung Gerak Jalan Tradisional Malang – Surabaya. Kini, lokasi itu telah menjadi titik utama telekomunikasi di Jawa Timur. Hampir semua instansi penting memanfaatkan Puncak Penanjakan sebagai “jembatan udara / stasiun radio repeater” yang sampai saat ini menjadi tulang punggung komunikasi di sekitar Jawa Timur. Pada tahun 1997 beliau mengulangi kembali kepeloporannya dengan membangun repeater wireless Internet antara Malang – Surabaya via Penanjakan dengan menggunakan perangkat radio 900 Mhz KarlNet buatan Inggris. Saya, Bino dan sejumlah rekan lainnya merasakan sendiri betapa tantangan instalasi di kondisi dingin, berangin di pegunungan sangat sulit dan berbahaya.

Beliau juga yang mempelopori penyebarluasan Internet di Malang untuk dimanfaatkan oleh Sekolah, Kampus Perguruan Tinggi, WARNET (membangun WARNET pertama di Malang), Radio Siaran, ORARI dan RAPI (radio packet), jaringan WAN pendidikan (Malang Local Exchange) terutama dengan memanfaatkan teknologi wireless 900 Mhz dan WiFi (2.4 Ghz) hingga di kemudian hari melahirkan organisasi IndoWLI dan juga berperan di AWARI. Beliau juga mendirikan berbagai kelompok studi di kampus-kampus di Malang dan Surabaya melalui organisasi Kelompok Studi Network Indonesia (KESINI) dan Yayasan Widya Caraka Nusantara (YWCN) dan AI3 ITB. Berkat wadah knowledge sharing inilah bakat-bakat terpendam anak muda di Jawa Timur tersalurkan di bidang Teknologi Informasi dan begitu banyak orang yang telah mendapatkan manfaatnya sehingga mampu berprestasi.

Sosok yang sederhana ini juga mencintai fotografi dan dunia menulis, final frontier yang ingin ditekuninya setelah “pensiun sebagai profesional”. Ini diwujudkannya segera setelah mengundurkan diri dari sayap pendidikan milik Ciputra Group di Surabaya. Hasrat petualangannya yang menggebu semua dicurahkan melalui fotografi dan tulisan sehingga beliau dipercaya menjadi kontributor sejumlah media untuk mengisi kolom opini, fotografi, teknologi, bahkan kemanusiaan.

Bencana gempa di Jogja, lumpur Lapindo tidak lepas dari pengamatannya. Beliau juga aktif di Rotary Club serta sejumlah organisasi lainnya seperti IPKIN. Energinya seolah tak ada habisnya.

Setiap kali Tim AirPutih bergerak ke daerah bencana, Lendy Widayana selalu menyumbangkan sesuatu dan menjadi kontributor yang penting. Bukan hanya ketika di Aceh, Nias, tetapi juga Jogja, Merapi, Pangandaran, lumpur Lapindo, Bengkulu dlsb. Dia menyumbangkan semangat, bahkan tidak jarang uang pribadinya untuk kegiatan sosial dan kemudian membantu publikasinya sehingga banyak orang jadi tahu kondisi yang tak terungkap.

Dan masih banyak lagi yang tidak mampu saya mengingat semuanya.

Hari ini perjalanan panjang Lendy Widayana di dunia telah berakhir di Kota Malang, tempat yang dicintainya dan dimana dia dibesarkan serta akhirnya tempat yang akan memberikan penghormatan terakhir kepada putera terbaiknya ini. Pukul 13 siang tadi jenazahnya telah disemayamkan di Rumah Duka Gotong Royong di Jalan Tenaga, Kota Malang.

Esok hari, prosesi pemakaman akan dimulai pada pukul 09.00 dan sesuai wasiatnya akan diistirahatkan di pemakaman Sukun, berdekatan dengan ibunda tercinta.

Selamat jalan Pak Lendy, kini engkau telah diberikan tempat yang istimewa dan melanjutkan petualanganmu di keabadian mendahului kita semua.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>