Pataka WebLOG

Pataka Official Site

FAQ Sejarah AWARI

Posted by pataka on February 25th, 2007

1. Bagaimanah sejarah komunitas WARNET?

Berawal dari diskusi tentang teknologi akses Internet berbagi pakai untuk publik di sejumlah mailing list yang pada waktu itu disebut dengan istilah cyber cafe (kemudian diindonesiakan menjadi warung Internet disingkat WARNET). Beberapa orang aktivis Internet nasional kemudian sepakat untuk memfasilitasi diskusi ini agar lebih fokus dalam satu mailing list tersendiri dengan alamat: asosiasi-WARNET@itb.ac.id (tahun 1999 – mungkin masih ada yang mencatat tepatnya tanggal berapa dimulai milis tersebut).

Meskipun mailing list yang pertama kali sudah menggunakan nama asosiasi-WARNET, namun secara formal sebenarnya organisasi ini belum terbentuk. Para pendiri memang berniat akan mewujudkan organisasi secara formal apabila antusias komunitas untuk membangun dan mengembangkan WARNET cukup tinggi. Faktanya, diluar dugaan minat komunitas sangat tinggi sehingga mailing list asosiasi-WARNET@itb.ac.id tidak lagi mencukupi dan akhirnya dipindahkan ke: asosiasi-WARNET@egroups.com (14 April 2000).

Saat ini mailing list resmi AWARI adalah: asosiasi-WARNET@yahoogroups.com yang terbuka untuk publik dengan anggota mencapai 7000 alamat email. Untuk anggota resmi asosiasi ada mailing list tersendiri yang sifatnya tertutup yaitu: awari-anggota@yahoogroups.com. Sedang Pengurus AWARI memiliki mailing list khusus yaitu: pengurus-awari@googlegroups.com.

2. Bagaimana sejarah organisasi AWARI secara formal?

Asosiasi Warung Internet Indonesia pertama kali didirikan secara resmi pada tanggal 28 Mei 2000, menumpang salah satu ruangan di Kantor Depdiknas di Jakarta. Kepengurusan saat itu selama 1 tahun tidak berjalan dengan baik dan diwarnai konflik dengan para aktivis di daerah. Kondisi ini dibicarakan oleh para aktivis pada saat pendirian Asosiasi IndoWLI di Malang pada 10 – 12 Nopember 2001 dan disepakati meminta para Pendiri untuk menyelenggarakan forum evaluasi terbuka. Akhirnya diselenggarakan pertemuan pada tanggal 28 Nopember 2001 di Hotel Ibis Mangga Dua mengundang Pengurus dan perwakilan daerah.

Hasil diskusi terbuka pada forum 28 Nopember 2001 tersebut pada akhirnya memutuskan untuk membekukan AD/ART, membubarkan kepengurusan dan membentuk Presidium sebagai caretaker dengan mandat tunggal: secepatnya menyelenggarakan Musyawarah Nasional untuk memperbaharui AD/ART, membentuk kepengurusan yang baru, menyusun program kerja dan akhirnya memformalkan organisasi dalam bentuk badan hukum yang tepat.

Ketua pengurus pertama AWARI yang dibubarkan dalam forum 28 Nopember 2001 kemudian mendirikan organisasi/asosiasi baru dengan nama yang berbeda. Belakangan ada beberapa organisasi lagi yang mengatasnamakan WARNET, mereka silih berganti muncul dan hilang. Ada yang berbentuk kedaerahan, koperasi yang sebagian juga berafiliasi ke AWARI.

Dinamika komunitas WARNET sendiri pada periode tahun 2002 hingga 2004 mengalami depresi akibat resesi ekonomi dan represi aparat terkait berbagai isu. Sehingga dalam periode itu Presidium terus-menerus mengalami kegagalan untuk menyelenggarakan MUNAS.

Presidium sebenarnya tidak memiliki mandat sebagai pengurus penuh, tapi pada kenyataannya harus bersikap dan bertindak sebagai pengurus untuk mempertahankan eksistensi AWARI. Terdorong inisiatif untuk melakukan advokasi dan mediasi perlindungan terhadap komunitas WARNET, Presidium terus bekerja dengan segala keterbatasan. Pada akhir tahun 2005 hingga akhir tahun 2006, sejumlah aktivis WARNET dari generasi yang lebih muda, bekerja keras melakukan konsolidasi dan meminta Presidium untuk membentuk kepanitiaan MUNAS.

Setelah tertunda beberapa kali, yang terakhir karena musibah banjir di Jakarta (Pebruari 2007) yang mengakibatkan gangguan koneksi Internet nasional yang berpengaruh juga pada WARNET di daerah, akhirnya MUNAS I AWARI sukses dilaksanakan di Bandung pada 24-25 Pebruari 2007. Anggaran Dasar, Pengurus, Program Kerja dan Kode Etik yang baru telah disahkan.

3. Bagaimana struktur organisasi dan apa saja program kerjanya?

AWARI memiliki kepengurusan di tingkat nasional yang terdiri dari: Dewan Pengawas Nasional, Dewan Pengurus Nasional dan Badan Pengurus Harian. Program kerja DPN adalah melakukan pendaftaran ulang seluruh anggota dan melanjutkan kampanye “be legal” serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk memberikan manfaat dan alternatif “value added business” bagi anggota. Sedangkan BPH akan menjalankan fungsi kesekretariatan sehari-hari. Keterangan lebih lengkap mengenai kepengurusan dan program kerjanya pada saat ini dapat anda baca dan dapatkan di web site AWARI (www.awari.or.id).

4. Apakah AWARI telah memiliki legalitas organisasi?

Ya, AWARI pada saat ini telah memiliki Badan Hukum dengan bentuk Perkumpulan. Pilihan ini merupakan hasil kesepakatan di dalam MUNAS I AWARI. Keterangan lebih lengkap mengenai kelembagaan dapat anda baca dan dapatkan di web site AWARI (www.awari.or.id).

5. Apakah AWARI memiliki Code of Conduct (Kode Etik)?

Ya, sebagai wujud komitmen kepada publik, AWARI pada MUNAS I telah mensahkan Code of Conduct (Kode Etik) yang akan menjadi kontrak sosial seluruh anggota kepada lingkungannya. Dokumen ini dapat anda baca dan dapatkan di web site AWARI (www.awari.or.id).

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>