Pataka WebLOG

Pataka Official Site

666,66

Posted by pataka on June 6th, 2006

Hari ini 6/6/2006 boleh dibilang adalah momentum istimewa, karena komunitas Internet menetapkannya sebagai hari Internet Protocol versi 6 (IPv6). Penetapan ini didukung oleh IETF, RIR (Regional Internet Registry) dan ISOC. Hari ini jaringan eksperimental IPv6 “6Bone” yang digagas oleh Bob Fink (IETF) tahun 1996 juga dinyatakan berhenti beroperasi. Maka prefix 6Bone 3FFE::/16 setelah hari ini tidak akan muncul lagi di global routing table Internet dalam bentuk apapun. Ini artinya tahap experimen IPv6 dianggap telah cukup mature untuk diimplementasikan dan diharapkan para operator dan komunitas Internet segera mengoperasikannya.

Referensi:

  1. http://www.ipv6day.org
  2. http://www.ietf.org/rfc/rfc3701.txt?number=3701

Untuk lebih memperjelas apa itu IPv6, silahkan membaca sebuah paparan ringkasan yang saya tulis tahun lalu:

PAPARAN TENTANG INTERNET PROTOCOL VERSI 6

Disajikan kepada Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi
Oleh : Tim Task Force IPv6 Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi

Introduksi IPv6

Internet Protocol versi 6 adalah protokol pengalamatan Internet generasi baru yang didesain oleh badan Internet Engineering Task Force (IETF), untuk menggantikan Internet Protocol versi 4 (IPv4) yang saat ini digunakan.

IP Address adalah alamat pengenal yang harus ada di setiap mesin yang terkoneksi ke Internet. IPv4 saat ini telah berusia 20 tahun lebih dan saat ini mulai menimbulkan masalah karena jumlahnya terbatas dan semakin berkurang. Sementara saat ini pertumbuhan dan penambahan mesin ke dalam Internet semakin meningkat.

IPv6 memberikan solusi bagi sejumlah keterbatasan IPv4, antara lain keterbatasan jumlah alamat IP. IPv4 memiliki sekitar 4 milyar alamat IP, sementara IPv6 memiliki cukup alamat IP untuk setiap inci permukaan bumi. IPv6 juga memperbaiki sejumlah kemampuan routing, security dan network autoconfiguration. IPv6 direncanakan untuk menggantikan IPv4 secara gradual dan keduanya tetap berjalan koeksis selama masa transisi.

Dukungan

Saat ini sebagian besar Operating System (OS) dan aplikasi terkenal telah mendukung implementasi IPv6 dan akan semakin banyak lagi. Dengan demikian, nantinya IPv6 dapat diimplementasikan bukan hanya pada mesin-mesin Internet, namun juga untuk aplikasi lain seperti PDA, telepon seluler, layanan pengendalian jarak jauh sejumlah peralatan melalui Internet bahkan mungkin sebagai identity number secara permanen.

IPv4 masih akan didukung hingga tahun 2025, namun sejumlah negara telah sepakat untuk mempercepat introduksi dan implementasi IPv6. Pemerintah Amerika Serikat telah mewajibkan seluruh badan pemerintah untuk menerapkan IPv6 pada 2008. Di Jepang, penyebaran dan implementasi IPv6 juga telah meluas.

Indonesia sejak 2003 juga telah melaksanakan sejumlah riset dan implementasi IPv6 di beberapa institusi. Antara lain di Universitas Brawijaya Malang dan Institut Teknologi Bandung, difasilitasi oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan konsorsium penelitian di Jepang. Dalam hal ini, Indonesia sebenarnya adalah salah satu pionir dalam implementasi IPv6.

Implementasi

Tatacara implementasi koeksis dengan IPv4 adalah dengan teknik:

Dual Stack, dimana IPv6 diimplementasikan bersama dengan IPv4 pada setiap mesin. Konsekuensinya, harus dilakukan perubahan ini di seluruh jaringan dan menerapkan metode dual routing.

Tunneling, adalah metode yang paling umum digunakan dalam implementasi IPv6 saat ini. Dengan metode ini, jaringan IPv6 terpisah dengan jaringan IPv4 namun IPv6 dapat dikenali oleh IPv4 dengan cara enkapsulasi (tunneling). Atau dengan kata lain, IPv6 “dibungkus” oleh IPv4.

Translation, hanya dibutuhkan ketika jaringan yang terdiri dari IPv6 saja ingin berbicara dengan jaringan yang terdiri dari IPv4 saja.

Gateway, adalah sebuah mesin yang menghubungkan dan menterjemahkan packet dari jaringan IPv6 ke jaringan IPv4 dan sebaliknya.

Peran Pemerintah

Pemerintah diharapkan perannya untuk mendorong dan melakukan sosialisasi implementasi IPv6 kepada masyarakat terutama di lingkungan pemerintahan sendiri. Selain itu Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi berkepentingan untuk mengkaji berbagai isu terkait dalam pengembangan teknologi dan implementasi IPv6, seperti misalnya dalam hal keamanan jaringan serta kaitan aplikasi dengan layanan telekomunikasi terutama seluler.

IPv6 adalah Internet resource yang penting, karena terkait dengan prospek aplikasi yang sangat luas. Ke depan, bukan hanya Internet Service Provider (ISP) ataupun pengguna Internet saja yang akan memanfaatkan IPv6, namun juga operator selular maupun operator telekomunikasi. Untuk itu Pemerintah perlu memikirkan sebuah master plan dan road map untuk implementasi IPv6 untuk mengetahui kendala yang mungkin terjadi dan bagaimana memfasilitasi apabila nanti dibutuhkan.

Dalam kerangka regulasi, perlu dikaji apakah keterlibatan pemerintah dibutuhkan pada isu tertentu ataukah sepenuhnya diserahkan kepada inisiatif publik. Karena di beberapa negara seperti Amerika dan Jepang, implementasi IPv6 juga akan didukung oleh perangkat regulasi yang memadai terutama menyangkut beberapa isu sensitif, tanpa mengabaikan inisiatif publik sebagai penggerak utama.

Pemerintah berkepentingan untuk menghasilkan sebuah Country Report sebagai wujud kepedulian dan untuk menunjukkan peran serta Indonesia di dalam pengembangan IPv6. Dengan demikian, masyarakat dunia dan Internet memiliki acuan dan informasi resmi tentang implementasi IPv6 di Indonesia. Country Report juga berguna untuk menarik minat kerjasama lebih luas dari dunia Internasional.

Saat ini, Task Force juga telah merancang usulan Road Map Implementasi IPv6 di Indonesia yang terdiri atas tahap:

  1. Pembentukan kepedulian dan peran serta komunitas yang seluas-luasnya dengan cara menyelenggarakan berbagai forum publik atau event sosialisasi dan menjalin kerjasama dengan institusi lainnya pada tahun 2006
  2. Menyelenggarakan Test Bed berdasarkan kerjasama yang telah terjalin melalui workshop dan Pilot Project implementasi pada berbagai sub sektor, misalnya dengan aplikasi seluler, dilakukan pada tahun 2007
  3. Inventarisasi produk terkait implementasi IPv6 terutama di dalam negeri serta berupaya untuk menetapkan standarisasi demi menjamin interoperabilitas setiap produk dan tatacara pelaksanaan sebagai best practice melalui berbagai forum terbatas, kerjasama teknis dengan vendor / pabrikan, dilakukan pada tahun 2008
  4. Mengusulkan kerangka regulasi apabila diperlukan, dilakukan pada tahun 2009
  5. Memulai tahap implementasi IPv6 secara gradual dimulai dari institusi yang terkait langsung dengan aplikasi pelayanan publik (misalnya pemerintah e-gov), telekomunikasi seluler dan Internet yang secara aktif dibutuhkan oleh masyarakat luas, dilakukan pada tahun 2010.

Dengan adanya Road Map yang jelas, maka Pemerintah dapat fokus berperan serta hanya pada bagian yang memang diperlukan (efektif). Komunitas dan institusi lain yang terkait juga akan memberikan apresiasi dalam bentuk partisipasi aktif implementasi IPv6.

Pada akhirnya, diharapkan implementasi IPv6 dapat benar-benar diwujudkan untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat dan untuk menciptakan suasana kondusif yang akan mendorong inisiatif dan kreatifitas publik.

Referensi

http://www.ipv6.org/
http://www.kame.net/
http://www.ipv6forum.com/

Popularity: 21% [?]

No Responses to “666,66”

  1. abay Opera 8.50 Windows XP
    Says on Opera 8.50 Windows XP

    keren… :d
    mau nanya mas… implementasi nya ntar seperti apa ya ??
    kalau ga salah kan ada tunneling ya untuk interkoneksi 4to6 dari sini saya mau tanya mas kalau saya punya jaringan di lab asumsi jlh komputer20 buah n semua nya set IPv4 apakah perlu nantinya saya set IPv6 kalau ada tunneling.
    intinya mungkin apakah hanya komputer yang terkoneksi ke internet saja yg perlu set ipv6 atau semua host di jaringan private.
    thank’s b4 say masih newbie di ipv6 …..;)

  2. andry Mozilla Firefox 2.0.0.13 Windows XP
    Says on Mozilla Firefox 2.0.0.13 Windows XP

    mas, mo nanya juga ah masalah tunneling 6to4 di linux. BTW mas ada referensinya gak. aku mo coba2 nih?

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

Enter characters from the image: