Bali
Posted by pataka on January 26th, 2006
Bali dikenal sebagai pulau dewata karena kekayaan panorama alam dan budaya masyarakatnya yang khas dan tiada duanya di seluruh penjuru dunia. Representasi keunikan budaya Nusantara dan Bhinneka Tunggal Ika dapat dengan mudah kita jumpai di seluruh pelosok. The exotic of Indonesia – surga di khatulistiwa, menjadi pilihan kami untuk berbulan madu.
Sehari setelah pulang dari Banda Aceh dan Sabang, pada hari Kamis 26/01/06 kami terbang ke Bali bersama Bapak Ibu dan Diedra puteri sulung saya yang turut mengikuti prosesi pernikahan. Kebetulan memang dia sedang liburan sehingga tidak mengganggu jadwal kegiatan belajarnya. Memang sedikit aneh karena kami berbulan madu dengan mengajak orang tua dan anak. Namun tidak masalah, karena tujuan kami memang ingin berwisata bersama mereka.
Kami memilih salah satu Group Harris Hotel di kawasan Tuban, tak jauh dari pantai Kuta dan kawasan perbelanjaan Legian. Beberapa hari di Bali kami menghabiskan waktu di wilayah itu dengan berjalan kaki pada sore hari. Menikmati suasana yang romantis dan aneka aktivitas wisata. Nongkrong menikmati hidangan aneka rupa di Warung Made, berbelanja souvenir dan buah tangan untuk keluarga dan teman-teman kami.
Kami mengunjungi lokasi bekas serangan bom teroris 12 Oktober 2002. Ada tugu peringatan yang mencantumkan nama para korban meninggal dan tanah yang dibiarkan kosong bekas cafe yang menjadi sasaran. Sedangkan situasi di pertokoan bekas serangan terbaru pada 1 Oktober 2005 nampak juga masih terlantar.
Masih ada sejumlah spanduk atau sekedar catatan dari para pengunjung, tertempel di pagar. Sejumlah orang asing nampak berdiri dengan raut wajah muram, sebagian berdoa dan bahkan menangis. Terlihat nyata, meskipun telah beberapa tahun berlalu namun luka itu tidak bisa begitu saja dihapuskan. Apapun alasan serangan bom itu, tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan kemanusiaan.
Aksi teroris memang membawa dampak luar biasa bagi masyarakat bali khususnya dunia pariwisata. Aktivitas nampak jauh menurun dibandingkan dengan ketika saya berkunjung satu tahun sebelumnya. Membutuhkan waktu yang sangat lama dan usaha yang luar biasa agar Bali bangkit kembali dan tentu saja kesabaran dan keteguhan hati masyarakatnya.
Semoga saja kekejaman dan kekejian semacam ini dapat dicegah dan tidak akan terulang lagi di masa depan. Semoga aparat keamanan mampu menuntaskan penegakan hukum terhadap para pelaku dan menghentikan teroris yang masih berkeliaran. Petugas harus mampu melindungi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dari hotel, sekitar 15 menit perjalanan dengan taxi ke arah selatan terdapat kawasan pantai Jimbaran yang terkenal dengan aneka hidangan sea food yang disajikan segar dengan sajian panorama laut lepas dan berbagai atraksi kesenian. Lokasi ini juga sempat menjadi sasaran peledakan bom oleh teroris, sehingga suasana pada saat itu nampak masih lesu tak bergairah karena menurunnya aktivitas pariwisata. Sejumlah cafe nampak suram dan tidak beroperasi.
Jimbaran adalah sebuah teluk dengan pantai berpasir putih yang sangat panjang tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai. Tidak terlalu banyak tampak aktivitas bahari di sini karena nampaknya Jimbaran lebih ditujukan bagi wisata kuliner dan kesenian. Kami sempat menikmati sajian hidangan makan siang di salah satu Cafe. Kawasan Jimbaran akan nampak lebih hidup pada malam hari.
Kami juga menemukan sebuah Warung Sunda sekitar 5 menit perjalanan ke arah timur hotel. Selera makan kami ternyata dapat dipertahankan berkat warung ini, mengingat selama beberapa hari hidangan yang disantap sangat beraneka dan khas Bali. Setidaknya perut kami yang sensitif dapat terlindungi dengan sajian yang ‘normal’.
Tidak jauh dari Warung Sunda ini ke arah utara terdapat Pabrik Kata-kata Joger yang sangat terkenal. Kami habiskan waktu cukup lama di tempat ini untuk membeli beberapa jenis kaos, tas dan souvenir khas. Outlet Joger hanya satu-satunya saja, tidak ada di tempat lain sehingga pengunjung antri dan berjubel. Kami masuk bergantian dan harus sigap dalam memilih agar tidak diserobot orang lain dan kehabisan waktu, karena Joger hanya buka sampai sore hari.
Tempat eksotis lain yang kami kunjungi adalah Pasar Tradisional Sukawati yang menjadi pusat perdagangan komoditas asli Bali dengan harga yang terjangkau. Produk utama yang terlihat adalah aneka jenis kain dan pakaian serta batik. Namun ada juga souvenir namun tidak terlalu menonjol. Pasar Sukawati memang mempertahankan model tradisional sehingga aktivitas tawar menawar serta cara menjajakan dagangan tidaklah jauh berbeda dengan pasar tradisional manapun.
Selanjutnya kami juga menyempatkan untuk mengunjungi Pasar Budaya Ubud. Di tempat ini komoditas utamanya adalah produk seni budaya dalam berbagai macam jenisnya. Terdapat juga Puri Ubud yang terkenal sebagai tempat tinggal para bangsawan Bali. Suasana asri dan religius sangat terasa sejak awal masuk ke halaman puri. Sejumlah ruangan juga tidak boleh dikunjungi karena kesakralannya, demikian juga ketika mengambil gambar/foto.
Kami menikmati berbagai aktivitas dan pengalaman yang sangat indah ketika di Bali. Hari terakhir kami isi dengan makan malam romantis di pinggir swimming pool hotel. Setelah itu, tepat pada tengah malam 30/01/2006 kami take off dari bandara Ngurah Rai menuju Jakarta dengan membawa sejuta kenangan tak terlupakan. Semoga tahun depan kami dapat mengulang kembali perjalanan ini.
Popularity: 10% [?]
Says on January 8th, 2007 at 06:47 Internet Explorer 6.0 Windows XP
Sering sekali kami ke Bali. Tak tahu berapa kali kami menjejakan kaki di pulau dewata itu. Memang benar pulau dengan sejuta keindahan dan sejuta budaya. Rindu jika mendengar nama pulau tersebut di gaungkan baik dalam tulisan maupun lisan…. Indonesia – Bali… sangat kami cintai, sayang tidak dicinai secara tulus oleh pengambil keputusan negeri ini…
Says on April 20th, 2007 at 16:31 Mozilla Firefox 1.5.0.11 Windows XP
hehehehe….kalo pengen ke Bali – contact2 saya – nanti gampang deh saya anter2 keliling Bali
Says on December 13th, 2008 at 04:52 Mozilla Firefox 3.0.3 Mac OS X 10
Yank, ….ke Bali lagi yuk hehe (gak ada puas-puasnya deh), tapi kali ini aku maunya ngajak anak2 biyar seru xexexexex