Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Airport Hot Spot

Posted by pataka on September 14th, 2005

Akses Internet di Bandara dibutuhkan pengguna dengan karakteristik mobilitas tinggi. Bandara diharapkan dapat menyediakan akses Internet sebagai fasilitas layanan value added bagi para penumpang yang sedang dalam perjalanan.

Bandara harus menjadi tujuan transit point yang nyaman. Kemacetan, kesibukan pada saat peak / high season atau permasalahan reservasi memaksa penumpang untuk datang lebih awal dan meninggalkan aktifitas produktif.

Akses Internet adalah solusi untuk menjaga produktifitas saat menunggu jadwal penerbangan. Di Bandara, penumpang masih dapat melakukan kegiatan bisnis, memantau kegiatan rutin, mencari hiburan atau berkomunikasi melalui Internet.

Integrasi teknologi Mobile, Internet, e-commerce (Portal Web, Mobile Services – SMS) memudahkan penumpang untuk mendapat informasi dan layanan secara Online. Informasi dan reservasi penerbangan, hotel serta transportasi lain termasuk melakukan transaksi perbankan.

Meskipun tersedia alternatif teknologi akses Internet melalui Mobile Cellular (GSM GPRS, CDMA, 3G) namun ada keterbatasan dalam hal kapasitas serta kualitas koneksi dengan tarif yang relatif tinggi. Sehingga ketersediaan akses Internet yang lebih reliable di area publik seperti Bandara tetap dibutuhkan.

Akses Internet memberikan kenyamanan dan kebebasan bagi penumpang untuk tetap produktif dan beraktifitas di Bandara. Semua ini menjadi value added yang meningkatkan citra dan kualitas pelayanan Bandara.

Teknologi

Akses Internet untuk Bandara membutuhkan dukungan teknologi yang sesuai dengan sifat mobilitas penggunanya. Harus dapat memenuhi kebutuhan akses di area Ticketing, Lobby (Check In), Tenant (Business Center, Cafe, Restaurant, VIP / Executive Lounge), Boarding Hall, Luggage / Baggage Hall dan koridor.

Wi-Fi Hot Spot

Teknologi ini memungkinkan pengguna dengan sifat mobilitas tinggi untuk selalu terkoneksi ke Internet tanpa kabel. Perangkat Wireless Access Point sebagai sentral layanan, dipasang di sejumlah lokasi strategis. Pengguna dengan perangkat mobility (notebook, laptop, PDA) yang dilengkapi dengan Wi-Fi device, dapat mengakses Internet di sekitar coverage area Access Point.

Perangkat Wi-Fi menggunakan standar IEEE 802.11 b/g, adalah teknologi yang dipergunakan luas sebagai Hot Spot Internet Access. Sebuah Access Point memiliki kapasitas layanan mencapai 11 – 54 Mega Bits per Second (Mbps) dan dapat digunakan oleh puluhan pengguna dalam satu saat. Teknologi Wi-Fi telah dilengkapi dengan fitur enkripsi untuk menjamin keamanan lalu lintas data.

Dengan pengembangan Topologi Mesh, Teknologi Wi-Fi dapat ditingkatkan untuk melayani area yang lebih luas dengan densitas pengguna lebih padat. Wi-Fi Mesh mendukung mobilitas yang lebih tinggi dengan kemampuan hand over antar Access Point secara seamless (transparan) yang memungkinkan pengguna lebih leluasa bergerak dan berpindah tempat di area Bandara tanpa terputus koneksi Internetnya dan tidak perlu melakukan otentikasi berulang.

Very High Rate Digital Subscriber Line (VDSL)

Adalah teknologi broadband berbasis kabel tembaga sebagai infrastruktur dasar yang dipergunakan bersama-sama dengan telephone system. VDSL umumnya diimplementasikan bersama PBX Telephone System. Sistem ini memungkinkan telephone extension di setiap lokasi tenant dipasang tambahan modem VDSL.

Sistem ini efisien dari segi desain implementasi dan investasi. Kapasitasnya mencapai 2 – 10 Mbps, dapat diandalkan sebagai backbone infrastruktur yang menghubungkan lokasi tenant di lingkungan Bandara.

Tersentralisasi melalui VDSL Concentrator yang menyatu dengan PBX System, kapasitas VDSL dapat terus ditingkatkan sesuai kebutuhan. Sehingga setiap pengembangan dan penambahan port bisa dilakukan dengan mudah dan cepat.

Fiber Optic

Kabel serat optik memiliki kapasitas sangat besar (mencapai Gbps). Umumnya digunakan sebagai backbone menghubungkan antar gedung dalam area Bandara yang terpisah jarak lebih dari 100 meter) dan melewati area terbuka. Jaringan serat optik dimanfaatkan untuk interkoneksi akses Internet dan memperluas jaringan PBX (telephone) internal Bandara.

Voice Over Internet Protocol (VOIP)

VOIP adalah teknologi telephone berbasis Internet. Dengan perangkat VOIP yang terkoneksi ke PBX System dan Internet, Bandara dapat menyediakan fasilitas telephone SLI dan SLJJ secara lebih murah. Aplikasi VOIP memerlukan kerjasama terminasi dengan operator VOIP dan bisa menjadi alternatif bisnis pendamping.

Authentication and Billing System

Untuk identifikasi dan penagihan biaya kepada pengguna Internet, diperlukan Authentication and Billing System sesuai preferensi pengguna dan model bisnis penyelenggara. Sistem otentikasi juga digunakan untuk mencegah akses tidak sah oleh pengguna.

Tagihan akses Internet bisa diberlakukan secara post paid maupun pre paid (voucher) dan dapat diintegrasikan dengan billing tenant. Pengguna juga dapat melakukan roaming di setiap Bandara yang memiliki kerjasama layanan sejenis dengan hanya memiliki satu account saja.

Very Small Apperture Terminal (VSAT)

Adalah akses Internet melalui satelit. Kelebihan VSAT adalah dapat di-deploy di sembarang tempat dalam foot print (coverage area) satelit. Meskipun tempat itu terpencil dan belum tersedia jaringan untuk akses Internet. VSAT dapat menjadi solusi akses telekomunikasi dan Internet bagi Bandara yang lokasinya tidak terjangkau oleh infrastruktur operator.

Model Bisnis

Setiap Bandara dapat menerapkan model bisnis yang berbeda sesuai preferensi manajemen dan karakteristik pengguna. Bandara bisa menerapkan fasilitas akses gratis untuk segment pasar tertentu misalnya Executive Class di semua area sebagai bagian dari layanan value added. Charging dibebankan pada maskapai penerbangan atau membership VIP / Executive Lounge.

Untuk segmen pasar kelas ekonomi, charging pemakaian Internet diterapkan dengan model pre paid, post paid atau membership dengan outlet disiapkan di sisi tenant. Karena sifatnya on demand, maka diperlukan model promosi yang tepat serta terpadu oleh pengelola Bandara dan tenant.

Pengunjung yang tidak memiliki notebook, laptop atau PDA, pengelola Hot Spot dapat menyediakan additional perangkat tersebut atau dalam bentuk PC dengan sistem sewa atau merupakan layanan value added yang sudah included dalam tarif. Perangkat ini dapat disediakan pihak ketiga sebagai sarana promosi.

Selain dari perputaran bisnis Akses Internet, masih banyak potensi revenue lain yang bisa dieksplorasi dan ini menyesuaikan dengan perkembangan.

Catatan: Yang dimaksud sebagai pengelola HotSpot Bandara adalah investor dan konsultan serta kontraktor sistem integrasi yang memberikan solusi teknologi serta mengelola akses HotSpot Bandara.

Potensi Revenue

1. Reguler

– Segmentasi : penumpang Economy Class dengan daya beli menengah
– Preferensi : akses bisnis, mendesak, durasi terbatas, skala besar (jumlah pengguna banyak) dan menjadi basis utama revenue tergantung model charging dan tingkat tarif
– Model charging : Post Paid – pay per minutes, Pre Paid voucher. Tarif per menit secara psikologis lebih ekonomis dan sesuai karakteristik akses mendesak dengan durasi terbatas. Ditambah opsi roaming yang menjadi pilihan bagi frequent flyer yang sering berpindah antar Bandara
– Strategi pemasaran : promosi untuk meningkatkan pertumbuhan akses diikuti dengan kemudahan cara pembayaran
– Revenue : Pay per minutes, Pre Paid voucher, melalui berbagai saluran Phone Banking, Internet Banking, Premium SMS Service dan outlet di setiap tenant dengan pembayaran cash atau debit dan credit card.

2. Membership

– Segmentasi : penumpang Executive Class dan atau Business Class
– Preferensi : value added service, meningkatkan citra maskapai sekaligus sebagai media promosi (positioning kelas layanan)
– Model charging : free, berbasis membership fee dari setiap maskapai penerbangan dan tenant yang menyediakan VIP Lounge
– Strategi pemasaran : menciptakan dan menawarkan berbagai daya tarik bagi penumpang untuk mengikuti program membership
– Revenue : sekunder dan skala kecil – tapi tetap. VIP member maskapai penerbangan menjadi customer base bagi pengelola HotSpot Bandara.

3. Tenant

– Segmentasi : tenant melalui kewenangan Bandara, program layanan
– Preferensi : kewajiban menyelenggarakan layanan akses Internet HotSpot
– Model charging : quota minimum monthly fee untuk dedicated Internet services dengan sistem yang terpisah, menyelenggarakan HotSpot di area mereka sendiri
– Model charging : quota minimum monthly fee dan pihak pengelola Hot Spot menyediakan sistem dan layanan yang dibutuhkan kepada tenant
– Revenue sharing : diberikan apabila quota minimum tercapai.

4. Sharing Revenue dari Provider, Operator dan Akses Roaming

– Segmentasi : penumpang semua kelas, tenant
– Preferensi : Provider HotSpot lain membuka layanan di Bandara dan wajib bekerjasama, memberi revenue sharing, interkoneksi billing dan roaming dengan pengelola HotSpot Bandara
– Strategi pemasaran : program promosi bersama, akses Provider HotSpot lain relatif lebih dikenal masyarakat dan telah luas digunakan di sejumlah outlet bukan hanya di Bandara
– Value added : membership dan voucher akses HostSpot Bandara dapat digunakan di lokasi HotSpot Provider lain, termasuk di outlet selain Bandara melalui kerjasama interkoneksi dan Roaming
– Revenue sharing : per akses, melalui clearing house bersama.

5. Advertisement

– Segmentasi : pengiklan di area Bandara
– Preferensi : pemasangan promo banner dan atau logo serta link yang ditampilkan pada portal resmi, default opening screen dan login page
– Model charging : berdasarkan space dan pilihan media. Media lain untuk advertisement ini adalah petunjuk area HotSpot Bandara dan leafet
– Strategi pemasaran : media dan space iklan terbatas, tarif pada bagian dari media tertentu bernilai premium dengan term waktu tayang terbatas
– Potensi revenue : basic revenue yang akan meng-cover operational cost.

6. Penyedia Perangkat Akses

– Segmentasi : pengguna yang membutuhkan perangkat akses
– Model charging : per jam bundled dengan tarif akses
– Strategi pemasaran : perangkat akses dapat disediakan oleh pihak ketiga (vendor perangkat atau pengiklan) sebagai bagian dari program promo
– Potensi revenue : perangkat akses digunakan gratis oleh pengguna, vendor atau pengiklan memberikan biaya promo kepada pengelola.

Skema Investasi

Model investasi untuk pengadaan dan penyelenggaraan fasilitas ini :

1. Bandara

– Bandara menyelenggarakan sendiri investasi dan operasional
– Deployment dilakukan kontraktor sistem integrasi
– Daily operational diintegrasikan ke Divisi IT
– atau kontrak outsourcing kepada pihak luar.

2. Investor

– Pihak Bandara menyediakan tempat dan menyiapkan pasar
– Investor membiayai studi perencanaan, pengadaan dan operasional
– Konsultan melakukan studi perencanaan dan desain operasional
– Kontraktor sistem integrasi memberikan solusi teknologi dan deployment
– Investor, konsultan dan kontraktor sistem integrasi membentuk badan Pengelola HotSpot dengan konsep kerjasama profit sharing atau sewa beli selama jangka waktu tertentu kepada Bandara

3. Gabungan

– Pihak Bandara menyediakan tempat dan menyiapkan pasar
– Investor membiayai studi perencanaan, pengadaan dan operasional
– Konsultan melakukan studi perencanaan dan desain operasional
– Kontraktor sistem integrasi memberikan solusi teknologi dan deployment
– Provider HotSpot menyediakan sistem, perangkat dan saluran akses
– Membentuk konsorisum dan proporsi profit sharing untuk semua pihak.

Contoh Skema Operasional

Berdasarkan skema investasi, skema operasional yang bisa dilakukan:

1. Pihak Bandara menyediakan fasilitas, area HotSpot dan mengeluarkan kebijakan fasilitas akses Internet HotSpot sebagai sebuah program yang mengikat bagi maskapai penerbangan, tenant, pengiklan di area Bandara dan semua pihak yang berpotensi terlibat dalam program ini
2. Investor menyediakan anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan studi, perencanaan, solusi sistem dan teknologi, penyediaan perangkat dan infrastruktur akses dan operational cost selama jangka waktu kerjasama
3. Konsultan melakukan studi, perencanaan, menentukan solusi teknologi dan pilihan perangkat dan infrastruktur akses
4. Kontraktor Sistem Integrasi mengadakan perangkat dan infrastruktur akses serta melakukan instalasi dan konfigurasi sistem
5. Investor, Konsultan dan Kontraktor membentuk konsorsium pengelola HotSpot Bandara untuk jangka waktu tertentu
6. Pengelola HotSpot Bandara melakukan pengembangan dan kerjasama dengan pihak lain termasuk Provider dan Operator HotSpot lain untuk lebih meningkatkan kualitas layanan dan revenue
7. Kerjasama berbasis revenue sharing per tahun dengan proporsi setiap pihak.

Contoh Uraian Perhitungan Investasi Teknologi Hot Spot dan VDSL

Ticketing, Lobby (Check In), Tenant (Business Center, Cafe, Restaurant, VIP / Executive Lounge), Boarding Hall, Luggage / Baggage Hall dan koridor.

1. Jumlah Tenant adalah 30 unit, termasuk unit Executive/VIP Lounge

a. 300 unit VDSL CPE (termasuk telephone handset) = $ 4.500
b. 3 unit VDSL Concentrator (@ 12 port) = $ 3.000.

2. Hot Spot 10 unit terpasang pada:

a. 2 Unit di area Ticketing
b. 2 Unit di Lobby Chek In
c. 6 Unit di area Tenant
d. 6 Unit di Boarding Hall (Gate)
e. 1 Unit di Luggage / Baggage Hall
f. 3 Unit di sepanjang koridor pemberangkatan.

Total 20 Unit = $ 20.000.

3. 30 unit PC Operator (setiap tenant) = $ 12.000
4. 1 unit Server Rack Mount 1U = $ 2.000
5. 1 unit Router Rack Mount 1U = $ 2.000
6. 1 unit Authentication & Billing Gateway = $ 3.000
7. 1 unit Administrator Terminal = $ 500
8. Cabling, ducting, deployment = $ 5.000
9. Grand Total = $ 50.000.

Catatan: Asumsi sudah tersedia jaringan PBX. Lokasi Bandara Soekarno Hatta.

Contoh Estimasi Biaya Pre Operasional

1. Biaya Studi Perencanaan = $ 5.000
2. Jasa Konsultan dan Desain = $ 5.000
3. Jasa Provisi dan Teknisi = $ 5.000
4. Akomodasi Provisi dan Teknisi = $ 5.000
5. Registrasi dan Instalasi Akses = $ 5.000
6. Total Pre Operational Cost = $ 25.000.

Contoh Estimasi Biaya Operasional

Internet Connection Monthly Cost:

1. Asumsi pada satu saat ada 30 concurrent connection
2. Akses per client rata-rata adalah CIR 16 kilo bits per second (Kbps)
3. Akses Internet terpasang adalah 512 kilo bits per second (Kbps)
4. Monthly cost = $ 3.000.

Overhead Monthy Cost:

1. 1 Orang Network Administrator = $ 500
2. 2 Orang Teknisi dan Billing = $ 500
3. 1 Orang Staf Administrasi = $ 250
4. Biaya Kantor = $ 250
5. Biaya Promo = $ 500
6. Monthly Cost = $ 2.000.

Catatan: Asumsi perangkat dan ruangan kantor disediakan oleh Bandara.

Contoh Estimasi Revenue

Total Investasi $ 75.000
Total Monthly Cost $ 5.000.

Reguler

1. Asumsi penggunaan 9.000 menit (150 jam) per hari
2. Asumsi tarif akses Rp. 250 per menit (Rp. 15.000 per jam)
3. Total Monthly Revenue = Rp. 67.500.000.

Membership

1. Asumsi 10 maskapai penerbangan VIP
2. Asumsi 100 Membership per Maskapai
3. Asumsi tarif Monthly Membership Rp. 50.000
4. Total Monthly Revenue = Rp. 50.000.000.

Tenant

1. Asumsi terdapat 30 reguler tenant
2. Asumsi quota minimum monthly fee Rp. 1.000.000
3. Total Monthly Revenue = Rp. 30.000.000.

Others Provider

1. Asumsi penggunaan 9.000 menit (150 jam) per hari
2. Asumsi tarif akses Rp. 250 per menit (Rp. 15.000 per jam)
3. Asumsi revenue sharing 10% = Rp. 25 per menit
4. Total Monthly Revenue = Rp. 6.750.000.

Advertisement

1. Asumsi pengiklan 50 perusahaan per bulan
2. Asumsi tarif basic advertisement Rp. 5.000.000
3. Total Monthly Revenue = Rp. 250.000.000.

Perangkat Akses

1. Asumsi pengiklan 10 vendor per bulan
2. Asumsi tarif promo perangkat Rp. 5.000.000
3. Total Monthly Revenue = Rp. 50.000.000.

Catatan: Struktur revenue gross (sebelum pajak). Asumsi BEP operasional akan tercapai pada bulan ketiga dan investasi kembali dalam 1 tahun.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>