Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Lhok Nga

Posted by pataka on August 30th, 2005

Setelah 6 (enam) bulan, akhirnya bisa kembali ke bumi Aceh. Menakjubkan melihat perubahan sangat pesat, meskipun belum genap 8 (delapan) bulan pasca bencana yang demikian dahsyat. Kehidupan telah pulih kembali dan bertambah kaya dengan semangat dan antusiasme dari semua pihak. Sungguh berkah dan kebahagiaan yang tidak terukur besarnya bagi sebuah bangsa yang telah sekian lama menderita.

Posko AirPutih di bilangan Seutui Banda Aceh, kini dipenuhi berbagai kegiatan yang sangat menarik. Mulai pelatihan ICT bagi siswa sekolah menengah, training for trainers bagi teknisi network pemain ICT lokal, kegiatan instalasi dan maintenance yang tak ada putusnya, berbagai presentasi program2 dan pembicaraan2 penting dengan berbagai pihak. Hangat, bersahabat dan saling mendukung. Semuanya mencerminkan besarnya harapan dan optimisme di seluruh Aceh sekarang ini.

Rakyat Aceh sesungguhnya telah bangkit. Kehadiran BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi), sebuah lembaga setingkat menteri yang langsung ditunjuk Presiden khusus untuk menangani segala hal yang terkait dengan pembangunan kembali Aceh. Kini didampingi pula oleh Tim Gabungan yang menangani proses perdamaian dengan GAM melalui mediasi AMM. Sementara sejumlah besar inisiatif program dari berbagai lembaga donor prestisius baik asing maupun lokal masih terus berlangsung. Tak sedikitpun komitmen mereka bergeser, bahkan justru makin meluas. Sebagian besar disambut baik oleh rakyat Aceh dan kini mereka justru ikut berpartisipasi dan mengambil bagian penting untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Proses perdamaian memang sebuah langkah yang manis di tengah upaya kebangkitan massal rakyat dan bumi Nanggroe Aceh Darussalam. Seperti hadiah dari Tuhan atas kesahajaan Aceh selama ini, bahkan meskipun harus terlebih dahulu diterpa oleh mega tragedi gempa bumi dan tsunami yang konon hanya terjadi pada setiap sekian ratus tahun sekali dan tergolong sebagai momen terbesar yang belum pernah ada perbandingannya sepanjang sejarah peradaban manusia. Mengharukan, apabila ikut larut dalam gejolak perasaan campur aduk di benak masyarakat Aceh sekarang ini. Antara kesedihan dan kepenatan puluhan tahun, tangis pilu akibat bencana serta harapan kebahagiaan dan perdamaian yang terbentang di depan mata.

Aceh kini menjadi sebuah wilayah konsentrasi berbagai inisiatif luar biasa baik dalam status sebagai daerah konflik maupun juga daerah bencana. Meskipun kontradiksi tetap terjadi di sana sini, namun rakyat Aceh punya daya tahan dan filosofi sendiri yang terasa sangat indah. Seperti sebuah ungkapan yang disampaikan oleh salah satu rekan keturunan asli Aceh : “… rakyat Aceh yang berdamai dan berjuang bersama menggapai masa depan, kenapa justru anda semua yang ribut?”. Komentar “dalam” ini terungkap langsung dari mulut banyak orang Aceh sebagai sinisme mereka terhadap besarnya kritikan terhadap berbagai hal yang sekarang sedang berlangsung di bumi NAD.

Rakyat Aceh kini sedang bahagia dan tersenyum lebar, mengapa begitu sulit untuk sekedar bergabung dan menikmatinya bersama? Banyak rekan relawan yang sering mempertanyakan ini. Sampai, kemudian saya mengambil sebuah kesimpulan singkat yang mungkin saja agak melenceng terlalu jauh : “… mereka selalu ribut, mungkin hanya sekedar cemburu, karena belum pernah menikmati kesyahduan berada di tengah masyarakat religius ini dan ketakjuban akan suasana dan panorama luar biasa saat matahari tenggelam di pantai Lhok Nga …”

Dalam hati yang paling dalam dan dalam perasaan paling merendah yang pernah saya rasakan, saya hanya mampu berdoa dan berharap, semoga Tuhan memberikan keteguhan bagi setiap niat baik yang sekarang sedang tertuju ke Aceh. Amien.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>