Posted by pataka on 5th January 2005
Seorang rekan di Pontianak mengirimkan pesan via SMS dan Yahoo Messenger, tentang keberadaan ISP lokal bernama Tabina Net. Lokasinya di Jl. Teuku Umar, sebuah boulevard terkenal di Banda Aceh. Pada sebuah ruko, kami melihat kondisinya tampak ‘baik2 saja’, lengkap dengan tower wireless dan VSAT.
Read the rest of this entry »
Popularity: 6% [?]
Posted in AirPutih | 7 Comments »
Posted by pataka on 3rd January 2005
Hari ini, Tim AirPutih pindahan.
Semula kami menggunakan tempat Posko Relawan Bangsa di rumah Kepala BRI NAD, di Jl. Jenderal Sudirman 51. Siang ini kami pindah tempat ke Posko PMI NAD di bekas Dealer Toyota, di kawasan Jl. Tengku Imuen Lueng Bata, Banda Aceh. Semua ini berkat bantuan teman kami Alvis, relawan sekaligus aktivis PMI Jakarta yang sudah 29 tahun malang melintang di dunia volunteer.
Read the rest of this entry »
Popularity: 5% [?]
Posted in AirPutih | 1 Comment »
Posted by pataka on 3rd January 2005
Tuhan menunjukkan banyak sekali bukti kebesarannya melalui peristiwa bencana di Aceh. Salah satunya, bagaimana Ia mengatur berbagai keajaiban yang bisa mempertemukan kembali mereka yang terpisah karena musibah ini.
Read the rest of this entry »
Popularity: 3% [?]
Posted in AirPutih | 1 Comment »
Posted by pataka on 2nd January 2005
Bahwa sebuah bencana bisa menjadi sebuah kesempatan politis, agaknya telah sejak awal kekhawatiran itu sudah banyak disampaikan oleh para elite sendiri. Dalam rangkaian perjalanan ke Aceh ini, Tim Relawan IT Air Putih menjumpai sendiri kenyataan tersebut.
Kita merasakan sejak awal hal ini. Banyak pengiriman relawan ditumpangi oleh kepentingan politis. Demikian juga motif2 operasional mereka di lokasi bencana. Semua seperti berlomba mendapatkan kredit point dengan tingkah egosentrisme yang keterlaluan, bahkan cenderung memalukan dan bikin muak.
Read the rest of this entry »
Popularity: 4% [?]
Posted in AirPutih | No Comments »
Posted by pataka on 1st January 2005
Melihat kerusakan akibat bencana tsunami dari atas pesawat Hercules Angkatan Udara Australia di sepanjang pantai barat Aceh, terasa seperti terror atau horror mengerikan dan mencekam tanpa pernah bisa diharapkan kapan akan usai. Semua yang kita lihat, rata dengan tanah, tak berbekas sama sekali. Hanya bisa takjub melihat beberapa keajaiban berdiri kokoh ditengah hamparan kekosongan, Masjid, Meunasah. Sungguh suatu kebesaran illahi yang tak bisa dibantah.
Valens berusaha mengambil sejumlah gambar dari jendela pesawat dengan kamera SLR digitalnya. Aku juga mencoba dengan Nikon bututku, tapi terasa tidak nyaman. Semua orang nampak sedih, sendu dan seperti tidak percaya melihat betapa masif bencana ini. Barangkali sepanjang sejarah peradaban manusia modern, belum pernah ada kejadian seperti ini.
(tidak bisa membayangkan, bagaimana rasanya ada di bawah sana)
Popularity: 4% [?]
Posted in AirPutih | No Comments »
Posted by pataka on 1st January 2005
Setelah 6 jam perjalanan via pantai barat Aceh yang hancur oleh tsunami, akhirnya Tim Inti Relawan IT AirPutih sampai di Posko Aceh. Saya, Valens, Adjie Hendro, Aries dan Anjar bekerja ngebut dalam waktu 4 jam, akhirnya koneksi VSAT terhubung via PSN Bina. Kapasitas 128 kbps sedang diupayakan oleh NOC PSN di Jakarta.
Selanjutnya Tim akan mempertimbangkan pembukaan Media Center di Aceh untuk membuka isolasi informasi dan Internet dari dan ke Aceh. Belum banyak yang bisa diceritakan di sini, selain kejutan beberapa kali gempa bumi cukup keras yang pertama kami rasakan di Aceh. Tempat kami sementara ini ada di Posko BRI (rumah Kepala BRI Banda Aceh). Di tempat ini juga jadi penampungan relawan serta pengungsi. Ada distribusi logistik dan Rumah Sakit Darurat di lapangan tennis belakang rumah.
Popularity: 15% [?]
Posted in AirPutih | 1 Comment »