Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Terdampar di Bandara Iskandar Muda

Posted by pataka on January 18th, 2005

Tidak mudah untuk datang ke Banda Aceh dan sulit pula untuk pulang.

Perjalanan darat sungguh sangat melelahkan dan dibayangi resiko keamanan karena melintasi Aceh Besar terutama di Lhokseumawe dan Sigli yang merupakan konsentrasi aktivitas Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Lewat jalan laut, makan waktu berhari2, apalagi pelabuhan yang bisa berfungsi normal hanya di Lhokseumawe, sehingga masih perlu jalan darat lagi ke Banda Aceh. Pelabuhan di Banda Aceh seperti Malahayati, kabarnya masih rusak parah dan kapal tidak bisa merapat.

Satu2nya transportasi rasional adalah melalui udara. Namun, kalau menumpang penerbangan komersial jelas kondisinya sama ruwetnya. Untuk mendapatkan seat, harus antri berhari2, apalagi harga tiketnya pun tidak bisa dibilang murah. Ini kegiatan relawan yang nafasnya kembang kempis, sehingga sangat tidak mungkin memanfaatkan penerbangan komersial (satu2nya rute hanya dilayani oleh Garuda dan Sriwijaya Air).

Maka, peluang yang tersisa hanya melalui angkut militer. Kondisinya ternyata lebih parah. Seperti yang aku alami bersama Valens. Sejak pukul 14.00 hari Minggu, 17 Januari 2005 kami mendaftarkan seat angkut militer TNI AU dan ternyata menghadapi waiting list yang luar biasa panjang. Sejumlah besar relawan dari berbagai unsur tampak menunggu di sekitar gedung anjungan militer. Sementara, hampir tidak ada kepastian kapankah Hercules TNI AU datang, karena ternyata tidak ada jadwal resmi. Semua bergerak berdasarkan keperluan.

Harapan lain, adalah pesawat angkut militer asing. Namun, sekali lagi ada kendala besar. Pesawat asing memiliki jadwal, route dan penugasan sendiri yang tidak selalu dikoordinasikan ke TNI AU/Bandara Iskandar Muda NAD. Walhasil, setiap kali ada pesawat datang, baik petugas Bandara maupun relawan yang masuk waiting list seat, harus bertanya kepada crew pesawat asing, apakah mereka setelah ini akan terbang ke route Medan atau Jakarta.

Istilah aku, mereka itu persis seperti syair lagu mello “kau datang dan pergi, sesuka hatimuuu …”

Sampai pukul 2 pagi, tidak ada satu pun dari belasan pesawat yang mondar-mandir itu menuju ke Medan atau Jakarta. Jawabannya sama, mereka hanya dropping barang setelah itu balik ke Kuala Lumpur (Malaysia) atau ke pangkalan udara AS di Thailand. Sementara, dari Halim Jakarta tetap belum ada konfirmasi atau kepastian meluncurnya Hercules TNI AU ke Banda Aceh dengan route PP.

Capek menunggu, di tengah hujan deras aku dan Valens akhirnya tertidur di emperan anjungan militer Bandara Iskandar Muda. Ditemani sejumlah pasukan Paskhas TNI AU dan Kopassus Kostrad, kami terlelap dengan mimpi yang campur aduk. Sampai pagi menjelang dan harus mengantri kamar mandi. Niat mandi akhirnya tidak kesampaian.

Sampai menjelang tengah hari, datanglah kabar baik. Ada Hercules TNI AU dari Jakarta PP. Tepat pukul 13.00 Hercules itu datang, dua malah. Yang satu ternyata ke Medan, yang satunya ke Jakarta. Sejumlah besar relawan mengantri, termasuk dari unsur Menwa dan SAR Mahameru. Beruntung aku dan Valens ternyata masuk waiting list bersama rombongan Menwa. Sementara SAR Mahameru harus menunggu lebih lama, mungkin sampai besoknya.

Sejumlah pengungsi, diangkut ke Medan. Begitu juga sejumlah besar relawan yang memilih ikut ke Medan, dengan harapan bisa mendapatkan transportasi lain yang lebih mudah di Medan.

Pukul 14.00 pesawat take off. Tujuan transit Pekanbaru (isi bahan bakar). Total waktu perjalanan adalah 4 jam sampai di Jakarta. 30 menit dihabiskan di Pekanbaru, kami gunakan untuk ke kantin. Selepas maghrib, akhirnya pesawat landing di Halim Perdanakusumah Jakarta.

Sebuah pengalaman tak terlupakan, karena kondisi pesawat TNI AU kita cukup parah. Nampak kotor tak terawat dan oli hidraulik pesawat menetes dimana2. Menyedihkan, berbeda jauh dengan milik Angkatan Udara Australia yang kita tumpangi saat berangkat. Mudah2an, ke depan bangsa ini bisa lebih mampu merawat hak miliknya dan mengoperasionalkan secara benar.

One Response to “Terdampar di Bandara Iskandar Muda”

  1. lyly Mozilla Firefox 2.0.0.11 Windows XP
    Says on Mozilla Firefox 2.0.0.11 Windows XP

    cahyooo… semangat >>:):):)>-

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>