Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Perilaku TNI di Aceh

Posted by pataka on January 14th, 2005

Supaya ndak jadi fitnah sana sini.

Kekuatan TNI di sini ada dua penugasan. Pertama, adalah komando operasi pemulihan keamanan, dibawah Pangdam, dibawah Penguasa Darurat Sipil (Wagub Propinsi Aceh dan Kapolda). Concern mereka adalah upaya pengamanan wilayah. Kasarnya, mereka inilah yg berperang, namun dalam minggu ini sudah ada kesepakatan gencatan senjata dengan GAM. Bahkan malam ini saya berdialog dengan salah satu dokter PMI yang baru diganti penugasannya di daerah Teunom (salah satu konsentrasi GAM), bahwa GAM di sana menyerah dan bergabung dengan tugas kemanusiaan. Aman, damai.

Ketika musibah terjadi, TNI & Polri dalam komando pemulihan keamanan adalah salah satu PIHAK KORBAN. Mereka kehilangan segalanya, sama saja dengan rakyat Aceh. Jangankan menolong orang lain, diri mereka sendiri saja tidak bisa menyelamatkan diri. Ketika mereka putus rantai komando dan terisolasi, terpaksa harus survival dan teguh dalam concern mereka : keamanan, maka langkah yang mereka ambil tentu saja defensif. Mereka ini tentu akan melakukan segala cara demi mempertahankan penugasannya.

Kalau mereka melakukan ‘pemalakan’ terhadap logistik dan komunikasi, itu sangat dipahami karena mereka membutuhkan itu untuk bertahan dan itu juga dilakukan oleh GAM yang tentu saja sama2 menjadi korban. Ini adalah masalah bagaimana mereka mempertahankan diri. Halal atau haram bisa menjadi absurd. Bahkan relawan pioneer yg sampai duluan di lokasi konflik, mereka telah merelakan insiden2 semacam ini.

Silahkan dibayangkan, di Calang, dari 400 anggota Polri, hanya 20 saja yang selamat dan semua dalam kondisi depresi berat. Seminggu penuh harus bertahan hidup di atas tumpukan mayat, orang2 sekarat dan puing, tanpa air bersih tanpa makanan dan terisolir total (tanpa komunikasi, mereka nggak tahu apa yang terjadi di luar – apakah mereka akan ditolong? dst.) Sementara di atas mereka, di perbukitan, GAM muncul dengan kekuatan penuh. Padahal bedil mereka (TNI/Polri ) sudah gak ada amunisinya.

Kalau itu terjadi pada anda, apa yg akan anda lakukan ketika ada orang lewat dengan setumpuk makanan dan perangkat telekomunikasi? Baik TNI/Polri maupun GAM akan berpikir bahwa menguasai logistik tsb. merupakan kesempatan untuk mendapatkan posisi tempur yang lebih baik. Pahami deh.

Kedua, penugasan TNI (yang datang belakangan) adalah Operasi Kemanusiaan, ini kekuatan gabungannya setara 1/2 Divisi (4000 orang), di bawah Mayor Jendral Bambang Dharmono yang jabatannya adalah Komandan Operasi dari Bakornas PBP pimpinan Wapres. Merekalah yang memfasilitasi pemulihan Aceh & bekerjasama dengan berbagai macam unsur kekuatan lain termasuk asing.

Meskipun mereka ini kemana2 tetep bawa bedil, tapi concernnya bukan mau ngajak perang, tapi operasi kemanusiaan. Kalau mereka ketemu GAM yg jadi korban pun akan mereka tolong. Secara berangsur, mereka inilah yang menggantikan posisi2 pasukan Operasi Keamanan, sementara menunggu penggantian personil, karena sebagian besar pasukan operasi keamanan ini kondisinya depresi berat.

Misinya sekali lagi kemanusiaan sambil tetap menjaga perimeter dalam kerangka gencatan senjata.

Jadi jelas, jangan buru2 berprasangka, karena evakuasi mayat tanpa TNI selama ini adalah nonsens.

Salam tjinta dari Atjeh.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>