Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Archive for December, 2004

Dibalik Misi Tim AirPutih ke Aceh

Posted by pataka on 31st December 2004

Bahwa pengiriman Tim ke Aceh memerlukan pengorbanan, semuanya telah mahfum. Yang barangkali jarang diungkap adalah bagaimana pengorbanan dan upaya itu dilakukan? Dalam hal ini Penulis mencoba mengungkap sedikit bagaimana support dan operasional Tim AirPutih, sebagian pembahasan soal dana disebutkan sebagai upaya awal menunjukkan transparansi dan akuntabilitas. Meski sampai saat ini Tim belum menemukan cara terbaik untuk menunjukkan itu, kita jelas nggak mampu seperti Metro TV meng-hire akuntan publik. Kami hanya menyusun list pendanaan dan expenses di web, dengan harapan anda semua, kontributor memiliki kepercayaan tinggi terhadap integritas kami. Dan kami hanya bisa berjanji tidak akan mengkhianatinya.

Read the rest of this entry »

Posted in AirPutih | 1 Comment »

Ketinggalan Pesawat

Posted by pataka on 29th December 2004

Begitu banyak hal ribedh yang harus diselesaikan, plus jalanan yang macet. Walhasil, aku ketinggalan pesawat ke Jakarta. Terpaksa menggunakan jasa calo, beruntung harganya tidak terlalu mahal karena si calo hanya menerima selisih 10 ribu rp saja.

Setiba di Cengkareng, keluar dari bandara langsung naik taksi ke Gedung Cyber, Sekretariat APJII dan sudah ditunggu rekan lain untuk berdiskusi. Sialnya, sesampai di APJII, aku baru sadar bahwa GPS dan handphone CDMA ternyata RAIB!!! tak berbekas. Pelajaran berharga, jangan pernah percaya kepada petugas bandara maupun crew perusahaan penerbangan apapun di Indonesia.

Don’t leave your luggage unattended.

Tapi ada kabar baik juga, kita sepakat berangkat ke Aceh. Dewan Ketua APJII sudah menyetujui dan sejumlah asosiasi satu per satu mengirimkan dukungan. Antara lain FTII, AWARI dan INDOWLI. Tadi dan kemaren, aku sudah kirimkan permintaan sumbangan peralatan dan apa saja yang mungkin diperlukan untuk kegiatan ini. Luar biasa,a antusiasme teman2 komunitas sangat tinggi.

Kita sepakati, malem ini, bahwa kita akan mencoba menjalanken sebuah Media Center di Internet berdasarkan masukan dari teman2 pers di lapangan. Wandi telah merelakan nama domainnya, yaitu airputih.tk untuk diaktifkan dan didaftarkan dengan nama domain baru airputih.or.id dan acehmediacenter.or.id. Mudah2an kali ini IDNIC bertindak cepat mendelegasikan nama domain baru.

Posted in AirPutih | 1 Comment »

Berangkat ke Aceh?

Posted by pataka on 28th December 2004

Malam ini aku terima telepon panjang dari Valens (temen lama, Sekjen APJII Jogjakarta). Pada intinya, diskusi kemungkinan pengiriman Tim Relawan TI ke Aceh. Sasarannya adalah membangun infrastruktur dan memfasilitasi koneksi Internet kepada siapa saja yang mungkin membutuhkan. Memang, tak ada kejelasan sama sekali bagaimana kondisi di sana saat ini, pasca bencana gempa bumi dan tsunami. Hanya feeling saja, perasaan bahwa kita perlu berbuat sesuatu, entah apa dan yakin akhirnya nanti itu akan berguna untuk menolong rakyat Aceh yang tertimpa musibah.

Read the rest of this entry »

Posted in AirPutih | 1 Comment »

Jawaban Untuk Tiga Bidadari

Posted by pataka on 23rd December 2004

kesedihan tidak berlalu
cinta patah dan berhenti
hanya bayang-bayang

bahagia dengan tikaman?
untuk jawaban fatamorgana?

nanti tiga bidadari berjalan sendiri
saat waktu berkabut tersibak angin
menyebar bau bunga bangkai

aku menjawab dengan renungan
dan penghuni yang tertinggal
adalah atas nama kepedihan
tiga bidadari akan tersedu

kemana kau mencari tambatan?
ketika cinta tulus meratap di tepian
tersingkir kabut semu menjelma
kau tak bersahabat dengan ketulusan

lantas, tiga bidadari pergi menjauh
lepas dari rengkuhan dan belaian
aku termangu dalam tangisnya

mungkin, bagi mereka cinta adalah tipuan
seperti yang aku sesali di kemudian hari
amarah dendamnya terasa menyala

mahligai ini telah kandas
karam di palung kehinaan

kau, tidak punya jawaban
aku, tetap menggenggam kayuh
kau, kembali meraih belati

harapan hilang dalam pekat kabut

(di kejauhan tiga bidadari mencoba berdamai dengan doa)

kuta, 23 desember 2004

Posted in Art and Culture | 1 Comment »