Kronologis dan Risalah Seminar dan Workshop IndoWLI (Bagian 2/3)
Posted by pataka on November 11th, 2004
Minggu, 11 November 2001
07.00 – 09.00 Persiapan dan pemberangkatan peserta ke Batu
09.00 – 12.00 Workshop Desain dan Implementasi Wireless MAN
Teori dan Teknologi, oleh Michael S. Sunggiardi (Praktisi)
Dipaparkan teori dasar menyangkut spektrum frekuensi radio, karakteristik teknologi microwave, perkembangan teknologi dan peralatan yang tersedia, berbagai peraturan dan standar teknis serta alternatif teknologi lainnya.
12.00 – 13.00 Makan siang
13.00 – 15.00 Workshop lanjutan
Implementasi Wireless MAN, oleh Yohannes Sumaryo (Praktisi)
Dipaparkan kondisi obyektif di lapangan, berbagai pengalaman praktis, tip dan trik serta desain Wireless MAN yang ideal.
15.00 – 15.30 Rehat
15.30 – 17.00 Workshop lanjutan
Desain Interkoneksi Wireless MAN, oleh Bino Oetomo (Praktisi)
Kegiatan ini dibatalkan dan hanya diisi demo berbagai produk wireless dan networking, diskusi serta instalasi wireless eksisting yang dipamerkan berikut sejumlah alat bantunya.
17.00 – 18.00 Peserta kembali ke hotel
18.00 – 19.00 Rehat
19.00 – 21.00 Makan malam
21.00 – selesai Diskusi informal Dewan Pengurus Nasional Asosiasi IndoWLI
Dalam forum ini kembali dibahas masalah pendanaan berkaitan dengan usulan kerjasama dengan vendor, dimana IndoWLI harus membentuk suatu badan usaha yang bersifat profit. Akhirnya untuk sementara masalah ini ditunda serta diserahkan pada DPN. Yang hadir sepakat menyumbangkan sejumlah dana operasional awal, total Rp. 2.200.000,- (dua juta dua ratus ribu rupiah), telah diterima sebagian oleh Bendahara (Sdr. Irsan) dan sisanya akan ditransfer ke rekening BCA No. 178 105 1212 atas nama Irsan Budianto selambat-lambatnya pada saat jumpa pers.
Dalam pertemuan lanjutan di halaman kolam renang hotel juga dibicarakan berbagai isu yang terkait dengan IndoWLI. Diungkap pula strategi dan taktik ke depan step by step dalam menjalankan proses perjuangan IndoWLI. Salah satunya adalah mendorong terwujudnya sejumlah Asosiasi baru yang terkait dengan semua bidang Teknologi Informasi dan utamanya Internet. Dalam jangka waktu satu tahun ke depan akan diupayakan Kongres yang akan menyatukan semua kepentingan masyarakat TI Nasional dan ini akan menjadi pressure group yang efektif terhadap lembaga regulasi yaitu pemerintah dan DPR. Sehingga pada titik ini semua peraturan perundangan yang tidak akomodatif akan dapat diamandemen atau bahkan diusulkan yang baru.
Strategi buying time juga harus dilakukan hingga datangnya masa berlakunya berbagai perjanjian global serta pasar bebas dunia. Karena berbagai permasalahan yang menyangkut monopoli serta proteksi, dengan sendirinya akan terselesaikan pada saat itu. Tapi sebelum sampai di sana, komunitas harus punya daya tahan dan strategi agar tetap eksis.
Diskusi dan solusi atas beberapa standar teknis sehingga dapat dicapai kesepakatan bahwa perlu adanya dispensasi kasuistis terhadap ketentuan EIRP terutama untuk koneksi point to point di daerah rural dan bila dipergunakan sebagai backbone.
Pihak APJII juga secara informal menyampaikan berbagai strategi yang terkait dengan permasalahan Internet Indonesia secara luas. Termasuk masalah landing right, rencana APJII untuk mendirikan NAP sendiri, himbauan agar ISP atau WARNET yang belum memiliki ijin ISP atau NAP atau landing right untuk selekasnya ganti pindah atau mengajukan ijin sendiri. APJII juga berminat membangun bisnis VOIP lewat WARNET dalam rangka melawan / menghadapi dominasi incumbant terhadap infrastruktur dan penguasaan bisnis telekomunikasi dari hulu ke hilir.
Dibicarakan pula kemungkinan mendapatkan harga bandwidth dan teknologi yang lebih murah di masa depan melalui kerjasama dengan operator VSAT dan infrastruktur lain termasuk GSM.
(bersambung ke Bagian 3/3 – Habis)
Popularity: 3% [?]