Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Gus Dur, Berjuanglah di Tengah Rakjat! (Bagian 1/3)

Posted by pataka on May 22nd, 2004

Tidak banyak orang bisa mengerti, apa sebenarnya tujuan Gus Dur ngotot menuju ke kursi Presiden RI. Tulisan ini adalah sebuah elaborasi, mungkin bisa sedikit mencerahkan jiwa anda yang penasaran.

Banyak yang sinis, mengira Gus Dur gila jabatan dan kekuasaan. Apalagi tiga tahun yang lalu dilengserkan, agaknya masih kurang puas.

Mereka melupakan fakta bahwa Gus Dur adalah mantan Ketua NU, organisasi Islam terbesar di dunia dengan jutaan pendukung fanatik. Gus Dur mewarisi darah biru Hadrotus Syech KH. Hasyim Asyhari, pendiri NU sekaligus ‘Wali’ bagi kebanyakan Kyai yang kini mempengaruhi keputusan di NU.

Tentu saja kedudukan itu tidak bisa ‘dilengserkan’ seumur hidup. Bagaikan Raja, Gus Dur memiliki kekuasaan yang amat luas dan penting bagi seluruh jamiah NU. Sebuah kekuasaan yang jauh lebih mutlak ketimbang jabatan Presiden RI. Maka kekuasaan bukanlah persoalan bagi Gus Dur.

Kadang mereka mengira Gus Dur tak lebih dari politisi lain yang korup dan ingin kekayaan selain kekuasaan. Namun mereka ternyata juga lupa, bahwa Gus Dur adalah satu-satunya mantan presiden yang tidak pernah naik mobil mewah, memakai selop yang butut, peci anyaman bambu dan baju batik yang itu itu juga dari waktu ke waktu dari satu acara ke acara lain.

Gus Dur juga, satu-satunya mantan Presiden RI yang hanya dikawal oleh ajudan dan sekretaris pribadi dari kalangan santri, bukan intel, polisi ataupun perwira militer. Kata orang, santrinya mungkin kebal senjata, bisa jadi. Namun yang jelas, itu menunjukkan bahwa ia benar-benar sosok yang amat sederhana.

Selama menjadi Presiden, Gus Dur dan keluarga tidak tinggal di bangunan utama Istana Negara yang indah, megah, mewah. Gus Dur tinggal di Wisma Negara yang jauh lebih sederhana dengan alasan : agar bisa mudah menerima tamu dari semua kalangan!

Sebagian orang lagi justru memang harap-harap tjemas! Wah, gimana kalau Gus Dur menjadi Presiden lagi? Apakah akan ada dagelan statement keceplosan, pelintiran maupun isu pembisik sebagaimana yang dulu selalu terjadi? Atau mungkin akan ada banyak dana negara terbuang karena Presidennya jalan-jalan melulu entah keliling dunia atau sekedar ziarah ke makam yang katanya keramat? Atau mungkin saban minggu ganti orang dalam kabinet?

Itu adalah bagian kesalahpahaman yang lain lagi.

Fakta yang tidak terbantahkan adalah, sebagian besar ucapan keceplosan, pelintiran dan hasil bisikan yang dilontarkan oleh Gus Dur, pada akhirnya menjumpai kebenaran. Beberapa contoh kasus, isu bunker di Cendana, terbukti benar. Juga tudingan Tommy Soeharto dibelakang teror di Jakarta, dalam tempo tak berapa lama dijumpai kepemilikan senjata serta bukti keterlibatan dalam pemboman. Akhirnya malah membunuh Hakim Agung.

Soal jalan-jalan ke luar negeri. Ternyata kemudian Indonesia melalui Deperindag banyak menerima order lanjutan hasil dari negosiasi yang telah diawali Gus Dur selama setahun keliling dunia. Rini Soewandi, Memperindag kabinet Gotong Royong-nya Megawati, adalah pejabat yang paling jarang pulang ke tanah air karena sibuk ngurus orderan di luar negeri.

Demikian juga soal copot mencopot pejabat. Belakangan satu per satu terlihat bahwa mereka memang terlibat kasus gawat. Misalnya Laksamana Sukardi yang memang ambisi melego BUMN strategis dan paling ganas menguangkan asset negara.

Alasan agenda sistematis yang merugikan negara demi tujuan kelompoknya sendiri, itulah alasan pencopotan Laksamana ketika itu. Demikian juga pejabat lain, katakanlah Wiranto, mantan Panglima ABRI yang terus menerus dikaitkan kasus HAM sepanjang proses reformasi serta Timor Timur.

Inilah sebagian fakta yang terlupakan. Sayang sekali orang tak mau memahami lebih dalam, apa yang terjadi dibalik gaya ‘gitu aja kok repot’ Gus Dur!

(bersambung ke Bagian 2/3)

One Response to “Gus Dur, Berjuanglah di Tengah Rakjat! (Bagian 1/3)”

  1. Rofiul Ibad Mozilla Firefox 3.5 Windows XP
    Says on Mozilla Firefox 3.5 Windows XP

    Salut untuk Anda…dan semoga Tuhan mengkaruniakan kita, Gusdur – Gusdur baru untuk generasi selanjutnya

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>