Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Tenaga Dalam (Bagian 7/7 – Habis)

Posted by pataka on March 17th, 2004

Terima kasih saya ucapkan untuk Bapak AREMA atas balasan emailnya yang cukup panjang lebar tapi justru membuat saya jadi lebih paham lagi tentang seluk beluk tenaga dalam.

Dengan menyesal saya mohon maaf kembali atas tanggapan yang juga sangat panjang ini. Mudah-mudahan menjadi semakin jelas dan bermanfaat untuk anda.

Setelah membaca penjelasan Bapak, maka saya jadi tidak berminat sama sekali pada TaDa Cipta Rasa Raga Karsa. Semula saya memang sudah curiga, apa bisa sih, dalam jangka waktu hanya 15 menit kita lalu dapat melakukan hal-hal yang amat sukar dilakukan oleh orang biasa, jika tanpa bantuan “pihak ketiga”. Dengan penjelasan Bapak maka saya jadi mengerti bahwa hal itu mustahil dilakukan tanpa bantuan jin, setan atau apapun namanya.

Syukur alhamdulillah bila demikian. Saya berharap anda juga dapat menjelaskan hal ini secara bijaksana dan proporsional kepada kerabat anda agar tidak terperosok ke dalam praktik berbahaya semacam ini. Hati-hati jangan sampai memojokkan pihak tertentu.

Saya berminat mengetahui hal tersebut karena saya sendiri belajar seni pernafasan tenaga dalam Satria Nusantara. Sudah hampir satu tahun saya aktif mengikutinya dan baru sedikit sekali yang dapat saya peroleh dari belajar olah napas di SN. Yang jelas saya rasakan manfaatnya ikut SN adalah sekarang saya jarang sekali sakit, jika sakit kepala/pusing maka saya cukup tidur agak awal dan pagi harinya sudah sudah segar lagi tanpa perlu minum obat (obat sekarang khan mahal). Dalam hal kepekaan atau merasakan getaran tenaga rasanya belum peka-peka amat. Hanya pernah saya mencoba melakukan suatu gerak jurus tertentu, lalu merasakan tolakan yang sangat kuat sehingga saya sampai terdorong mundur cukup jauh. Teman lainnya yang berlatih sama-sama malah ada yang belum bisa merasakan hal tersebut.

Hahaha, saya setuju dengan kisah obat yang mahal. Latihan tenaga dalam melalui metode olah gerak dan nafas memang tepat untuk mengatasi urusan semacam ini. Soal mengapa belum bisa ‘merasakan’ telah saya terangkan diatas.

Saya jadi berfikir bahwa belajar tenaga dalam itu memang tidak gampang. Butuh waktu lama untuk mempelajarinya, harus tekun, telaten, konsentrasi tinggi dan mungkin juga bakat untuk mempelajarinya. Jadi saya sangat setuju dengan pendapat Bapak bahwa “Tenaga dalam hanya bisa dibangkitkan murni atas usaha kita sendiri, guru / pelatih hanya membimbing dan mengarahkan sesuai metode latihan yang dimilikinya”.

Benar !

Di Indonesia ada banyak perguruan tenaga dalam selain SN, misalnya Tetada Kalimasada, Prana Sakti, Silamba, dll. Saya ingin minta pendapat Bapak, kira2 perguruan tenaga dalam mana di Indonesia yang boleh dan “aman” untuk diikuti. Karena salah satu perguruan tenaga dalam yang saya sebutkan diatas mensyaratkan anggotanya harus memeluk agama tertentu.

Dalam latihan tenaga dalam memakai metode olah gerak dan nafas sebenarnya tidak terpengaruh dengan agama dan kepercayaan seseorang. Pandanglah kegiatan ini sebagai salah satu JENIS OLAH RAGA – mana ada kegiatan olah raga yang terkait dengan agama tertentu ?

Kami mohon agar Bapak bersedia memberikan saran, tanggapan atau penjelasan. Agar saya yang relatif awam tentang tenaga dalam ini dapat menambah wawasan lebih banyak.

Sayang sekali ruangan ini terbatas untuk membahas lebih jauh tentang perguruan ini terutama dari sudut pandang SEJARAH ! Seorang tokoh pendekar Perguruan Pencak Silat Setia Hati Terate pernah menerbitkan sebuah buku yang banyak menjelaskan asal usul ‘dunia persilatan’ di Indonesia.

Juga dari beberapa sumber yang pernah saya telusuri (sesepuh / guru besar aliran / perguruan, buku dan cerita kerabat saya, penduduk beberapa daerah di Indonesia) saya mendapati kenyataan yang mengejutkan : seluruh sumber keilmuan mengarah kepada beberapa akar yang sama, itulah sebabnya metode yang dipakai tiap perguruan yang sekarang ‘ngetop’ itu sangat mirip, bahkan Guru Besar SN pernah digugat ‘saudara seperguruannya’ semasa masih ‘nyantrik’ di perguruan lain, gara mendaftarkan Hak Paten jurus yang diakui diciptakannya itu.

Perguruan lain (terutama yang baru muncul) pun juga memiliki sejarah yang mirip : saudara sepeguruan guru / pendekar / warga / pelatih / murid senior memisahkan diri / menyempal, kemudian belajar pada orang lain / perguruan lain yang independen kemudian menciptakan aliran sendiri.

Bahkan ada sejumlah perguruan yang dulunya ‘silat murni’ menjadi berubah ikut trend (takut nggak laku kali …) dan buru-buru mempelajari teknik-teknik olah gerak dan pernafasan bahkan nggak sungkan ‘mbajak’ pendekar perguruan lain buat ngajar diperguruannya. Lebih assoy lagi ternyata ada beberapa perguruan melakukan ‘merger’ agar tetap eksis (ternyata yang transfer eksekutif bukan cuma perusahaan gede dan perguruan silat juga takut kena likuidasi atau terlibas persaingan global yang ketat – buru-buru merger – hahahaha).

Kesimpulannya : mereka itu sama saja hanya berbeda ‘variasi dan pengembangan’, intinya sama ! Dan sekali lagi kunci terpentingnya adalah diri anda sendiri, metode hanyalah salah satu jalan ke Roma – demikian kata pepatah !

Sebagai bukti adanya kemiripan / persamaan – silahkan anda memperhatikan, mengecek hal berikut ini ke beberapa perguruan yang menerapkan metode olah gerak dan nafas : Rangkaian / jurus pertama / himpunan selalu mengandung pokok-pokok yang sama / mirip – gerakan atas / tangan menekan posisi sekitar perut dan seolah-olah sedang menarik sesuatu yang berat ke arah dada dan mendorongnya ke bawah (perut). Gerakan bawah / pinggul / kaki menekan ke atas (arah perut), menekan / menutup lubang depan (kemaluan) dan belakang (dubur).

Pernafasan mengikuti pola : Tarik, simpan, tekan ke arah perut sambil ditahan selama beberapa saat, kemudian dilepas bisa keras atau perlahan. BENTUK GERAKAN DAN ATURAN TARIK DAN LEPAS NAFASNYA SAJA YANG BERBEDA !

Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kesediaan Bapak menjawab email dari saya, dan saya menunggu saran dan penjelasan Bapak berikutnya.

Saran saya kalau anda benar-benar berminat dan berharap mendapatkan manfaat dari kegiatan ini :

1. Pilihlah perguruan yang tidak terikat agama tertentu (daripada anda malah terlibat penyelewengan akidah) dan benar-benar ‘bersih’ dari praktik klenik walaupun susah untuk ‘menyelidikinya’ karena kebanyakan ‘disembunyikan sebagai rahasia perguruan’. Anda mungkin baru mengetahuinya setelah menjadi anggota dalam / warga perguruan atau setingkat pelatih senior

2. Jangan mengharapkan sesuatu yang lebih dari kemampuan manusia normal, entah itu ingin menjadi sakti, pintar mengobati dsb. Pandanglah kegiatan ini sebagai OLAH RAGA yang menghibur dan menyehatkan jiwa dan tubuh anda, TIDAK LEBIH

3. Kalau itu mengandung manfaat perlindungan / bela diri pastikan itu datang dari kemampuan fisik yang wajar – yaitu keterampilan gerak teknik silat biasa seperti bela diri fisik (impor) lain : karate, aikido, kempo atau taekwondo. Tidak berasal dari olahan tenaga dalam anda, ‘kontak / isian guru’ dsb. Sungguhpun kemungkinan potensi itu ada (karena bagaimanapun juga anda mengolah gerak dan nafas untuk membangkitkan tenaga dalam), apalagi kalau anda sudah mengalami ‘penyempurnaan’ dari guru – namun jangan mengharapkan sesuatupun dari ‘bonus’ tersebut apalagi menggantungkan diri padanya (siapa tahu yang mengisi tubuh anda itu benar jin atau setan ? Mana anda tahu ?)

4. Kalau masih juga membayangkan ‘hal yang heroik’ seperti di film kungfu maka pikirkan baik-baik hal ini : Berapa panjang waktu yang anda perlukan untuk menguasai ‘keterampilan’ ini sehingga bisa bermanfaat bagi orang banyak ? 5 – 10 tahun ? Apakah setelah itu ada jaminan bahwa anda akan betul2 berguna bagi masyarakat ? Bagaimana dengan mereka yang sekarang menjadi guru / pelatih anda, dalam jangka waktu tsb. apa tidak lebih hebat lagi dibanding anda ? Apakah anda akan mampu bersaing dengan mereka setelah ‘lulus’ dan dapat ‘ijazah’ dari perguruan ? Dan apakah masyarakat benar2 akan memerlukannya ? Sistem keamanan mungkin sudah lebih baik dan canggih, untuk kesehatan dokter, obat, RS mungkin lebih maju dan murah ? Apakah tidak sebaiknya waktu tersebut anda pergunakan untuk lebih mendalami keahlian ‘kasar’ yang anda miliki sekarang ? Bila anda seorang guru / dosen dan sekolah lagi sudah berapa gelar anda peroleh ? Mungkin anda sudah menjadi profesor 10 tahun lagi – Atau kalo anda pengusaha siapa tahu bisa jadi konglomerat yang dermawan luar biasa ?

Bukankah ini jauh lebih berguna bagi masyarakat dibanding jadi ‘tukang obat atau dukun tiban’ ?

5. Jangan memamerkan, menyebarkan, mengajak dan menawarkan kegiatan ini kepada orang awam sebelum anda menjelaskan sebenar-benarnya secara bijaksana kepada yang bersangkutan. Ingat bila kegiatan ini menyesatkannya maka kelak di akhirat anda akan dimintai pertanggungjawaban bukan hanya oleh Tuhan namun juga orang yang anda ajak tersebut ! Lebih baik lagi anda tidak ikut-ikutan mengkampanyekannya, cukup untuk diri anda sendiri saja – ingat penjelasan saya sebelumnya : banyak perjanjian antara manusia dan jin / setan tidak meminta imbalan yang aneh: CUKUP MENYEBARKAN AJARAN KESESATAN BERKEDOK MANFAAT ITU KE SEBANYAK2NYA MANUSIA – ITULAH TUJUAN DASAR IBLIS : MENJERUMUSKAN MANUSIA.

Sekali lagi terima kasih banyak. Hormat saya, Arya Pratama.

Terima kasih kembali, semoga membawa manfaat !
Mohon maaf atas penjelasan yang bertele-tele ini …

(HABIS)

Manusia tempat salah, Allah tempat berlindung, mencari kebenaran, memohon pertolongan dan ampunan. Sesungguhnya Allah Maha Pemberi Petunjuk pada orang yang berusaha. Subhanallah.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

(Habis)

One Response to “Tenaga Dalam (Bagian 7/7 – Habis)”

  1. dodi Mozilla Firefox 3.0.7 Windows XP
    Says on Mozilla Firefox 3.0.7 Windows XP

    setuju….sangat setuju sekali baru kal ini saya baca tulisan mengenai tenaga dalam dan membahasnya secara fair…saluut (terutama untuk point 4)
    wass.^:)^

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>