Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Tenaga Dalam (Bagian 6/7)

Posted by pataka on March 16th, 2004

Saya ikut ilmu pernafasan Satria Nusantara sudah satu tahun dan kalau tingkatan di SN saya sudah P5 tapi terus terang saja sampai sekarang ini untuk kepekaan boleh dibilang belum ada, yah kalo cuma telapak tangan di renggangin atau di tepukkan tanpa beradu sih terasa anget atau kadang kesemutan, nah untuk pembuktian saya sudah sampai seberapa besar tenaganya gimana caranya ?

Kunci penguasaan tenaga dalam salah satunya adalah konsentrasi selain metode / teknik olah pernafasan. Akan saya coba jelaskan lebih dalam : Melihat ‘kasus’ anda, bisa dibilang anda sudah mampu membangkitkan tenaga dalam anda, walaupun masih belum mampu ‘merasakan’. Seberapa kuat tenaga dalam anda saat ini tidak seorangpun yang tahu karena energi tidak memiliki batas, yang bisa anda ukur hanyalah akibat dari penggunaan energi itu.

Kalo anda bisa menjebol tembok dengan tangan kosong maka orang hanya bisa menduga berapa kg. tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan hal itu – SATU HAL SAJA – sedang berapa banyak kekuatan yang anda miliki seluruhnya TIDAK DIKETAHUI. Siapa tahu saat melakukan itu anda bahkan tidak meneteskan satu biji keringatpun atau malah sudah habis-habisan.

NOBODY KNOWS, yang jelas tenaga dalam adalah energi murni potensial yang siap sewaktu-waktu dipergunakan kalau diperlukan. Tidak usah susah berlatih, dalam keadaan kepepet dan nggak sadar bisa saja energi itu muncul . Apalagi anda sudah melatih / membangkitkannya, minimal kemungkinan energi itu dimanfaatkan semakin besar. Namun karena anda belum mampu ‘merasakan’ dan ‘mengendalikannya’ maka anda tidak bisa menyalurkannya sesuai ‘keperluan’ yang dikehendaki.

Pada dasarnya membangkitkan tenaga dalam dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, banyak metode mampu mewujudkannya hanya dalam beberapa ‘langkah jurus dasar’ saja – ini bisa berarti hanya beberapa menit latihan – namun pada tahap ini anda tidak menyadarinya (belum bisa merasakan). hanya guru atau pelatih yang bisa ‘membaca’ untuk selanjutnya menetapkan ‘porsi latihan’ yang sesuai dengan ‘kapasitas wadah’ anda.

Tingkatan jurus dasar bisanya berupa satu gerakan atau satu seri gerakan fisik yang berfungsi melatih / menekan aktifitas otot perut, jonjot / solar plexus dan sirkulasi darah / stabilisasi ritme jantung sehingga ‘volumenya’ bertambah. Diikuti metode pernafasan tertentu (intinya adalah pernafasan perut dan meningkatkan VO2MAX paru-paru), gerakan yang bersifat monoton, ritmik itu akan memaksa anda untuk berkonsentrasi pada satu hal saja yaitu gerak jurus dan pernafasan serta ‘merasakan aktifitas’ di dalam tubuh anda : sirkulasi darah (efek langsung latihan ini adalah keteraturan – sinkronisasi, efektifitas dan efisiensi fungsi nafas dan jantung – berakibat pada kelancaran sirkulasi darah) dan arus energi yang mengumpul di sekitar pusar.

Pada tingkat lanjut anda akan memiliki kemampuan untuk tidak hanya merasakan namun juga mengendalikan (mengumpulkan tenaga disekitar perut, mengalirkan keseluruh tubuh, keluar tubuh dsb.) Dan pada tingkat warga (menjadi murid penuh – anggota dalam lingkaran perguruan) baru anda akan diberi kunci / teknik dan kemampuan untuk memanfaatkan energi tsb. sesuai dengan keperluan tertentu. Pada tingkat puncak biasanya anda akan diberikan rahasia terdalam perguruan, diberi hak melatih dan mengembangkan ilmu bahkan diijinkan berguru pada pihak lain yang relevan dan tidak bertentangan dengan perguruan.

Jurus dasar bertujuan ‘mengumpulkan / membentuk himpunan tenaga dalam dasar’ anda pada satu wadah (solar plexus) – seluruh koordinasi dan pengendalian dipusatkan dan dilakukan dari sini, Kenapa solar plexus ? Karena wilayah sekitar pusar memiliki jaringan sel, otot dan fungsi faal tubuh yang terbanyak berkumpul dibanding daerah tubuh lainnya serta serta sirkulasi darah terbesar berlangsung – ibarat gudang penyimpanan, wilayah perut adalah yang terbesar dan terluas kapasitasnya. Dari wilayah perut ini pula transformasi energi (dari makanan) berlangsung – ingat kalo habis makan anda mengantuk karena sebagian besar sirkulasi darah (termasuk yang diotak) ditarik ketempat ini – antri untuk mendistribusikan hasil pengolahan nutrisi makanan. Sedangkan bagi tubuh nutrisi inilah ‘bahan kasarnya’ energi.

Alasan lain yang mungkin agak aneh adalah : kalo dipusatkan / disimpan di tempat lain, tangan misalnya atau kaki maka tidak ada koordinasi gerak tubuh manusia yang secara langsung terfokus pada tempat tersebut, alias akan susah melatihnya. Kalau manusia beraktifitas tangan atau kaki hanya dipakai jika diperlukan, sebaliknya mana ada gerakan tubuh manusia yang tidak melibatkan perut ? Tidur sekalipun, bukankah wilayah perut adalah pusat gerakan motorik tubuh : anda menengadah, perut ikut, melangkah ikut, demikian pula duduk.

Lagipula perut adalah titik tengah (center) bagi titik lain diseluruh tubuh, kalo perut menjadi gudang energi adalah tepat karena energi dapat disalurkan keseluruh tubuh dengan cepat – jaraknya relatif sama, dari perut ke kepala – tangan – kaki dst. Bagaimana pula dengan orang cacat tangan / kaki, apa bisa mengolah tenaga dalam … lha kalo di perut (nggak mungkin orang nggak punya perut – kalo iya pasti nggak hidup) orang invalid sekalipun masih memiliki peluang untuk membangkitkan tenaga dalam.

Sejalan dengan latihan jurus dasar / awal /pertama diharapkan kemampuan anda untuk berkonsentrasi juga meningkat dan sedikit demi sedikit tingkat kepekaan juga bertambah. Gerak ritmik, monoton itu akan melatih dan merangsang fungsi syaraf tulang belakang dan otak untuk selalu ‘mengikuti’ rutinitas latihan itu – berarti latihan konsentrasi. Coba bandingkan dengan hipnotis, kondisi terhipnotis (mirip dengan konsentrasi) dicapai dengan pemusatan perhatian pada satu gerak ritmik monoton yang berulang / terus menerus.

Kemudian gerakan dan ritme nafas diubah pada jurus berikutnya sehingga syaraf dan otak menyesuaikan dengan pola baru tersebut, demikian berulang hingga satu seri jurus dasar diselesaikan. Dengan demikian konsentrasi anda akan dilatih dalam beberapa kondisi, tinggal dengan ‘jurus’ yang mana anda paling cocok untuk berlatih konsentrasi – minimal setiap orang akan sesuai dengan salah satunya, karena itu jurus dasar biasanya dilatih agak lama bahkan diulang – baru dilanjutkan dengan jurus lanjutan. Selain agar himpunan tenaga murni yang anda kumpulkan selama latihan ‘memenuhi syarat standar’ dan sederajat dengan rekan seangkatan juga agar konsentrasi dan ‘kepekaan’ anda makin tajam.

Pada tahap ini seharusnya anda sudah bisa merasakan adanya aktifitas energi disekitar pusar ‘yang tidak biasa’, rasa panas dan reaksi2 magnetis (saling menarik dengan sesama rekan, terlontar akibat dorongan tenaga balik dsb.) adalah ‘gejala merasakan’ yang paling umum. Dan setelah ‘disempurnakan / dilantik / diijazahi / dibuka’ guru anda akan benar-benar mampu mengendalikan sepenuhnya sirkulasi energi tersebut, mau dialirkan ke tangan, kaki, kepala maupun ke benda-benada dan orang lain. Hanya saja anda masih sebatas ‘menyalurkan’ dan belum bisa ‘memfungsikan’ energi tersebut untuk tujuan tertentu.

Penyempurnaan oleh guru pada prinsipnya adalah proses ‘pengumpulan’ tenaga murni anda yang sebagian masih tersebar ke tempat (wadah) yang benar yaitu disekitar solar plexus alias diletakkan pada ‘kantong’ yang sesuai sehingga memudahkan koordinasinya. Yang kedua adalah proses ‘pembersihan / pembukaan’ semua saluran energi diseluruh tubuh yang masih terhambat karena sebab2 tertentu (latihan gerak yang tidak benar, adanya penyakit tertentu maupun ‘kurangnya himpunan yang dimiliki’ – dalam hal terakhir biasanya guru akan memberi ‘hadiah’ tenaga tambahan).

Bagaimana ini terjadi ? Bayangkan bahwa guru adalah sebuah magnet yang besar dan anda (murid) juga magnet namun kecil, dengan ‘menggosokkan’ dirinya kepada anda maka daya magnetis anda akan bertambah dan berkumpul pada satu titik. Dengan cara demikian maka setiap murid akan mempunyai ‘standar’ yang sama untuk melanjutkan ‘pendidikan’ ke tahap berikutnya.

Selain memudahkan anda untuk lebih ‘memahami, mengenali dan merasakan’ juga akan sangat membantu para pelatih pada tahap latihan berikutnya. Barulah setelah itu, pada tahap selanjutnya anda akan mampu mengendalikan, merasakan serta bisa mengenali fungsi setiap jurus. Anda harus mengulang2 latihan ini sampai mampu merasakan sebelum mengikuti tahapan selanjutnya – kalo memaksa percuma, nggak bermanfaat karena nggak tau / nggak merasakan jurus berikutnya itu berfungsi sebagai apa : penyembuhan, perlindungan, penyerangan maupun mengukur / mendeteksi kekuatan lain – diri sendiri, dsb.

Yang sering / biasanya terjadi adalah : karena banyaknya murid, tidak sempat pelatih memperhatikan atau membimbing satu persatu sehingga kalo anda ‘tertinggal’ dari yang lain itu sudah resiko dan ‘seleksi alam’ namun mereka juga tidak bisa mengeluarkan anda begitu saja sampai anda bosan berusaha sendiri dan mundur dengan sendirinya karena merasa nggak ada kemajuan berarti padahal kayaknya rekan seangkatan sudah pada ‘melejit’.

Kalaupun ada yang nekat melanjutkan, gengsi atau sudah terlanjur ‘nyombong’ sebelumnya akan membohongi diri sendiri dengan pura-pura bisa atau mulai melakukan penyimpangan agar bisa ‘menutup kekurangannya’ di mata rekan dan pelatih. Bahkan ada yang sampai rela pura-pura kesurupan atau punya piaraan / kawan jin tertentu entah karena diwarisi embah yang barusan meninggal, berguru dilain tempat dsb. Inilah bahayanya. Bahwa ‘gilanya orang meguru’ itu seringkali bukan karena ‘tak kuat ilmu’ atau mendadak bisa liat gendruwo namun karena frustasi dan berulah sendiri yang aneh-aneh.

Pada tahap dasar efek secara psikologis dan fisik telah bisa dilihat pada diri anda walaupun anda ‘tidak peka’ terhadapnya. Efek psikologis dapat diterangkan : rasa damai, tenteram, tenang, tidak emosional / temperamental, berpikir lebih jernih, perhatian pada sekelilingnya, bahkan mungkin menjadi lebih alim adalah gejala umum yang terjadi.

Mengapa bisa begitu ? Tidak lain adalah karena anda telah terbiasa berkonsentrasi dan mengikuti suatu hal rutinitas / monoton yang rekreatif / menyenangkan. Ini tidak sama dengan aktifitas rutin / monoton seperti pekerjaan yang bersifat ‘beban’, memacu emosi sehingga berakibat sebaliknya : depresi dan stress.

Efek yang sama dapat anda peroleh bila mendalami ritual ibadah keagamaan, sholat, mengaji, puasa sunnah dsb. secara serius dan khusuk. Ibadah adalah bentuk lain dari latihan konsentrasi yang melibatkan olah fisik juga, amati bahwa ritual ibadah juga bersifat monoton, ritmik dan berpengaruh mendalam pernafasan, sirkulasi darah dsb. apalagi terhadap psikologis seseorang !

Efek fisik secara umum adalah kebugaran, hilangnya penyakit ringan (pusing, pegal, mudah lelah dsb.) serta berkurangnya penderitaan dan gejala ‘penyakit dalam’ seperti kolesterol, asam urat, diabetes, darah tinggi, jantung, maag, lever, ginjal dan asma. Ilmu kedokteran menjelaskan sumber2 penyebab penyakit ini adalah pola makan, istirahat dan gaya hidup yang salah, tidak / jarang berolahraga / bergerak dan stress / depresi ditambah beberapa sebab alergi.

Latihan tenaga dalam pada intinya adalah OLAH RAGA SEDERHANA yang bersifat ‘fun’ dan mengajarkan disiplin serta keteraturan, dua hal yang sudah menyelesaikan 50% kasus ‘penyakit’ berat diatas. Latihan ini sangat tepat karena tubuh anda ‘diajari’ untuk ‘menerima segala sesuatunya secara proposional sesuai kebutuhan dan kapasitas yang dimiliki’, kalo kurang akan terus berusaha menambahnya, kalo sudah cukup akan berhenti dan kalo berlebih tubuh anda akan menolaknya. Ini sudah berjalan otomatis karena dengan latihan tenaga dalam mulai dari tingkat sel, jaringan hingga sirkulasi darah telah ‘dipaksa’ dan diset / disetel untuk bekerja dengan ‘standar’ yang sama di semua lini sesuai fungsi masing-masing.

Bahkan orang yang kecanduan obat, narkotika dan alkohol (junkies) bisa berhenti total dari ketergantungannya setelah berlatih rutin kira-kira satu sirkulasi pergantian sel tubuh (3 bulan). Kok bisa ? Ya, sangat logis : sel tubuh yang tergantung pada barang haram itu telah diganti dengan sel baru yang sehat dan memiliki ‘antibodi’ terhadap hal negatif tsb. (tentu pembuatan ‘antibodi’ ini perlu campur tangan guru yang bisa mengeset tenaga murni ybs. sebagai ‘penangkal’).

Kalau si penderita masih coba mengulangi tabiat buruknya setelah berlatih sekian lama, secara otomatis tubuhnya akan langsung menolak kehadiran barang laknat tsb. ! (saya kira anda sering mendengar cerita semacam ini).

Secara drastis pola makan akan berubah menjadi lebih sehat, mampu beristirahat secara berkualitas dan gaya hidup menjadi bersahaja karena secara psikologis anda juga mengalami perubahan. Dua hal yang saling mendukung dan bisa dirasakan secara nyata oleh siapapun disekitar anda, bahkan oleh orang lain yang tidak memahami tenaga dalam.

Kalau anda telah mengalami efek psikologis dan fisik di atas dan kerabat terdekat anda memberi komentar ‘positif’ terhadap anda seperti : tambah segar, langsing, ceria dsb. Apalagi dokter menyatakan surprise atas recovery penyakit menahun anda, adalah bukti kongkrit bahwa tenaga dalam telah ‘beraksi’ dalam tubuh anda, minimal latihan tersebut bermanfaat secara langsung terhadap diri anda.

Lebih simpel lagi pandanglah ini secara positif tidak lebih sebagai OLAH RAGA yang menghibur sambil melestarikan budaya bangsa, NGGAK USAH MENCARI HAL YANG TIDAK MUNGKIN TERCAPAI DAN BESAR KEMUNGKINANNYA MALAH TIDAK BERMANFAAT UNTUK ANDA !

(bersambung ke Bagian 7/7 – Habis)

One Response to “Tenaga Dalam (Bagian 6/7)”

  1. Andri Mozilla Firefox 3.0.4 Windows XP
    Says on Mozilla Firefox 3.0.4 Windows XP

    masih bingung di persingkat please,
    kirim ke e-mail astronomy_fans@yahoo.co.id^:)^:-?

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>