Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Tenaga Dalam (Bagian 4/7)

Posted by pataka on March 14th, 2004

B – Pengasihan, kewibawaan.

Mirip dengan PELET atau SUSUK dll, yang kalau tidak kuat IMAN-nya akan mengarah ke Musyrik. Karena pada dasarnya menggunakan Kekuatan Ghaib, sedangkan kekuatan Ghaib itu ada 2 macam, yaitu : kekuatan dari sang Khalik dan Kekuatan dari Mahluk Jin.

Kekuatan gaib dari Allah hanya diberikan pada para Nabi yang disebut mukjizat. Untuk mendapatkan mukjizat para nabi tidak perlu melakukan sesuatu entah amalan tertentu, semedi, puasa dan semacamnya karena tidak semua mukjizat para Nabi berbentu hal2 gaib yang menakjubkan (menghidupkan orang mati – Nabi Isa as, menguasai sihir – Nabi Sulaiman as, tidak bisa dibakar – Nabi Ibrahim as dsb.).

Lebih rendah tingkatannya adalah karamah yang diberikan kepada para wali karena ketekunannya beribadah dan mensyiarkan agama serta memerangi kemunkaran. Karamah adalah kemampuan gaib yang diberikan Allah sebagai hadiah yang bisa dimanfaatkan untuk memperlancar perjuangan para wali ini dalam menyebarkan agama Allah. Karamah diberikan Allah begitu saja tanpa prasyarat apapun seperti laku semedi, puasa mutih dsb. Kalaupun para wali itu melakukan dzikir tertentu, puasa dan doa2 tertentu lainnya itu semata2 adalah ibadah bukannya untuk mendatangkan kekuatan gaib.

Sialnya perilaku dan amalan ibadah para wali itulah yang kemudian ditiru2 oleh banyak orang sambil mengharapkan mendapatkan kekuatan gaib dan kelebihan2 lain serta kemudahan2 lain seperti karamah para wali. Amalan ibadah yang semula ditujukan untuk mendapatkan ridhlo Allah menjadi diselewengkan untuk mendapatkan kekebalan, pemikat atau penglaris dagangan. Ditulis2 diatas kertas atau barang sebagai jimat maupun dijampi2 pada makanan dan minuman sebagai obat. Ditambah ulah para dukun dan ahli sihir yang bekerjasama dengan setan dan jin perbuatan ini menjadi lebih menyesatkan lagi. Praktek2 sihir dibungkus / berkedok pengobatan spiritual dan memakai ritual agama padahal tujuannya menyesatkan.

Oleh karena itu Nabi menyuruh umatnya menjauhi hal2 seperti itu. Nabi telah bersabda bahwa senjata manusia dalam menghadapi segala permasalahan di dunia adalah DOA. Manusia tidak perlu melakukan hal2 aneh, perilaku2 khusus diluar ibadah yang tidak sesuai akidah untuk memperoleh keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat – CUKUP DENGAN DOA !

Saya lebih cenderung kekuatan Ghaib yang bisa diprakktekan adalah kekuatan dari Jin jadi sekali lagi hati-hatilah!

Sebagian besar ulama sepakat bahwa perilaku2 yang menghasilkan hal2 gaib di dunia ini pada masa sekarang adalah perbuatan sihir yang berasal dari masa Nabi Sulaiman as. bahwa sihir adalah ilmu Allah yang diberikan kepada manusia (Nabi Sulaiman as) sebagai mukjizat.

Para ulama terbagi dua kelompok : sebagian mengganggap bahwa ilmu sihir hanya diberikan khusus kepada Nabi Sulaiman as maka hanya beliau yang berhak memakai dan mengamalkannya sedangkan umat manusia pada saat itu tidak diperkenankan mempelajari (apalagi pada masa sekarang !).

Kalaupun ada praktek2 sihir pada masa sekarang maka itu adalah ilmu hasil curian Jin yang tidak sah dan pasti telah jauh diselewengkan dan memiliki tujuan untuk menjerumuskan manusia yang memanfaatkannya. Lebih jauh lagi praktek2 semacam itu PASTI MELIBATKAN JIN dan ujung2nya pasti membawa kerusakan. Bahkan bekerjasama dengan Jin apalagi meminta bantuan pada Jin haram hukumnya menurut kelompok ulama ini.

Kelompok ulama yang lain menitikberatkan kepada manfaat yang diperoleh dari ilmu sihir antara lain dapat dipakai sebagai sarana pengobatan. Intinya walaupun bekerjasama dengan jin dan memakai sihir asal dipergunakan untuk tujuan kebaikan seperti merukunkan suami isteri yang berpisah bukan memecah belah rumah tangga orang, menyembuhkan penyakit bukan membikin sakit orang lain, melancarkan usaha bukan menyabot usaha orang lain dsb. maka praktik semacam ini bisa dipandang sebagai ikhtiar yang bisa berhukum mubah (boleh) bahkan wajib (harus) bila tidak ada jalan lain.

Ulama kelompok ini juga menganggap praktik ini sebagai bagian dari DOA, syarat yang terpenting adalah bahwa esensi dan materi doa, permohonan, mantera2, dzikir, puasa dan perilaku lainnya ditujukan hanya kepada Alloh dan mengharapkan keridloanNya semata bukan ditujukan kepada seseorang atau sesuatu yang lain.

NASIHAT BIJAK :

Berhati2 saja tidak cukup ! Dari dua kecenderungan di atas anda pilih yang mana ? Yang selamat adalah menuruti sunnah rasul : jauhi saja walaupun ada manfaatnya. Kalo butuh apa2 silahkan berdoa saja – itulah senjatamu – demikian kata beliau. Apabila ‘The Very First Man’ sudah bicara begitu masak anda mau kagak percaya dan nyoba2 ‘Second Opinion’ yang relatif kebenarannya dan serba MAYBE. Mengapa harus mencoba2 masuk daerah ‘Gray’ bila tersedia wilayah ‘White’ yang terang dan jelas hanya berbekal motto klasik : namanya juga usaha / ihtiar ? Emangnya malaikat penjaga pintu akhirat mau kasih ‘excuse’ dengan alasan macam begitu. Ingat ayat Al-Quran tentang manusia dan jin tadi ! DUA2NYA DIMASUKIN NERAKA !

Apalagi kalo anda masih amatir dan tidak berpengalaman. Kecuali sudah mempelajari segala sesuatunya sejak dari awal dan yakin haqqul yakin dengan ilmunya. Yo wis … terserah …

(bersambung ke Bagian 5/7)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>