Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Tenaga Dalam (Bagian 3/7)

Posted by pataka on March 13th, 2004

begitu difungsikan anda bisa merasakan kekuatan secara khusus antara lain :
A – Bisa menghadirkan gerakan ghaib sadar 100% (gerakan silat, tari, karate juga bisa menghadirkan karomah macan putih dll ).

Jangankan hanya gerakan jurus beladiri-it’s easy, tenaga dalam juga bisa dipakai untuk ‘merekam’ pengetahuan yang kita miliki, bahkan suara dan citra visual. Prinsipnya adalah konversi energi, ingat suara adalah energi, demikian juga citra visual (pantulan, bayangan cahaya – energi cahaya). Kayaknya sulit dipahami karena ‘penterjemahan ilmiahnya’ masih belum mendalam kecuali anda memiliki pengalaman dalam bidang ini.

Tapi kalo anda mau mempelajari prinsip elektronika decoder-encoder atau multiplexer-demultiplexer maka hal ini sangat mudah dipahami. Intinya adalah transformasi energi ! Tenaga dalam dalam bentuk murni dipakai sebagai bungkus energi lain yang berisi citra (ilmu, jurus, suara bahkan visualisasi diri) dan ditransfer pada suatu benda atau orang.

INGAT ENERGI ADALAH ABADI.

Pernah lihat orang ‘menayuh’ (menanyai) keris ? Si penayuh mampu mendengarkan ‘suara penghuni’ keris : biasanya adalah empu yang membikin keris. Legendanya sebagai berikut : para empu yang menempa bahan keris dari ‘bintang jatuh’ (meteor ?) menempanya dengan TANGAN TELANJANG !

Untuk memberi ‘identitas’ (trade mark atau hak cipta gitu) terhadap barang bikinannya disalurkannya tenaga dalam yang (membungkus) berisi citra suara sang empu, kira2 begini bunyinya : “Keris ini bikinan gue, Empu Jengkol dari Betawi, dipesan oleh Sultan Hamengkubuwono XXXXX untuk oleh-oleh cucunya”. Kemudian kesaktian / keistimewaan yang dimiliki keris juga berasal dari tenaga dalam si empu juga yang dipasang di keris itu. Tak jarang bila keris itu adalah maha karya sang empu (untuk Raja misalnya), maka seluruh ilmu kesaktian dan tenaga dalam yang dimiliki si empu direkam/’ditanamkan’ di tubuh keris tsb. sehingga si empu meninggal kehabisan tenaga (GILEEEEE BENEEEEER !). Proses ini disebut “Ngisi Sukma – Pengisian Sukma”.

Ini namanya KEHADIRAN, akan tetapi kalau si Murid yang menerima itu tidak kuat PHISIKNYA akan mengakibatkan KESURUPAN.

Kalau anda menyebut kesurupan maka itu berkaitan dengan mahluk Allah lainnya yaitu Jin. Kalo keterangan saya berikut ini salah mohon dibetulkan. Menurut Al-Quran (karena saya muslim – entah dengan anda yang beragama lain, sorry) :

– Jin diciptakan dari api sesudah malaikat (dari cahaya). Jin mempunyai banyak ras : melata, terbang, hidup di air, berbentuk angin dsb.

– Salah satu Jin menentang ‘kebijaksanaan’ Allah untuk menghormati manusia (mahluk ciptaan Allah berikutnya yang akan dijadikan khalifah di bumi) karena manusia diciptakan dari tanah. Jin ini bernama Iblis, kemudian dikutuk oleh Allah dan akan hidup kekal sampai akhir jaman dan menjadi musuh abadi manusia. Iblis kemudian mencari pengikut dikalangan Jin setelah berhasil menjatuhkan kemuliaan Adam dan Hawa. Iblis kawin dengan pengikutnya dan melahirkan keturunan ras baru yang disebut setan. Setan adalah ras Jin yang bertanduk dan berekor, namun dalam perjalanan sejarah setan ada yang tobat dan menjadi muslim

– Jin tunduk kepada hukum alam dan sunatullah, kawin, beranak, sakit, mati dan bersosialisasi seperti manusia juga beragama ada yang baik namun sebagian besar jahat dan membawa kerusakan

– Semula Jin adalah penghuni bumi jauh sebelum manusia diciptakan. Setelah mencapai peradaban yang sangat tinggi (lebih hebat dari peradaban manusia saat ini) golongan Jin ternyata menimbulkan kerusakan yang luar biasa di muka bumi sehingga datang adzab Allah mencabut hak mereka sebagai khalifah di bumi dan diturunkanlah pasukan malaikat untuk ‘membumihanguskan dan membinasakan’ seluruh Jin di muka bumi. Oleh karena itu para malaikat pernah memprotes penciptaan manusia kepada Allah, kalo tidak salah begini : Ya Allah mengapa Engkau menciptakan mahluk yang nantinya hanya akan membuat kerusakan di muka bumi (sebagaimana mahluk sebelumnya). Namun Allah memberi jawaban sekaligus teguran kepada malaikat bahwa Allah lebih tau tentang apa yang diperbuatnya dan sesungguhnya para malaikat itu sangatlah terbatas pengetahuannya dibandingkan Allah

– Jin memiliki kemampuan fisik yang luar biasa (karena tidak mempunyai jasad dan hanya berupa materi energi) dan memiliki peradaban yang jauh lebih tinggi dari manusia

– Jin mampu hidup ribuan tahun, mampu berubah bentuk dan menyerupai sesuatu, dapat melihat alam manusia tanpa terlihat oleh manusia, mampu masuk ke alam manusia walau dengan usaha yang sangat keras dan sehingga menyebabkan penderitaan baginya

– Kebanyakan Jin akan membawa manusia ke dalam kesesatan bahkan Jin muslim sekalipun sehingga disebut dalam Al-Quran : Ketika manusia sampai di akhirat dan ditanyai malaikat kenapa berbuat kemunkaran di muka bumi, manusia menjawab : karena ajakan jin sebaliknya jin menjawab serupa ketika ditanyai pula. Maka Allah berfirman : tersedia tempat untuk mereka berdua di neraka …

– Iblis, setan dan jin yang satu golongan senantiasa memakai segala cara untuk menjerumuskan manusia dengan kelebihan fisik, pengetahuan dan tipu muslihat yang dimilikinya sehingga mampu menguasai sihir. Antara lain berpura-pura mengetahui masa depan – karena dulu pernah ada kakek moyang jin yang mencuri dengar pembicaraan malaikat tentang rencana Allah di masa depan dan menambah2i cerita2 palsu tersebut dan membisikkannya kepada para dukun manusia pengikutnya sehingga seolah2 sang dukun adalah tukang ramal yang serba tahu tentang masa depan. Nabi mengharamkan umatnya yang mendatangi dukun, tukang ramal dan ahli sihir dan melarang untuk mendekati hal2 yang menjurus ke arah itu sekalipun itu membawa sedikit manfaat.

– Semula sihir adalah ilmu yang hanya dikuasai oleh Nabi Sulaiman as yang diberi Allah mukjizat (sebagian kekuasaan Allah) untuk menjadi Raja bagi seluruh mahluk di alam semesta. Dengan mukjizat tersebut Nabi Sulaiman as menjadikan Jin sebagai budaknya. Jin baru terbebas sebagai budak setelah Nabi Sulaiman wafat di singgasananya saat mengawasi kaum Jin bekerja. Dijelaskan bahwa karena kebodohan dan keterbatasan pengetahuannya Jin tidak mengetahui bahwa Nabi Sulaiman as telah wafat dan tetap bekerja dengan ketakutan sampai tubuh Nabi Sulaiman as jatuh karena tongkat yang menyangga tubuhnya telah hancur dimakan rayap. Barulah para Jin itu tahu dan merasa terhina atas kebodohannya, bahwa selama ini mereka bekerja penuh ketakutan karena ditunggui jasad orang mati.

– Dikisahkan bahwa kemudian jin mencuri buku sihir yang disimpan Nabi Sulaiman as di bawah singgasananya. Dengan pengetahuan itu semakin hebatlah tipu daya jin untuk menjerumuskan manusia

– Jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia, ingat bahwa : setan mengalir dalam darah manusia artinya bisa dua macam interprestasi : setan memang bisa masuk ke dalam tubuh manusia atau setan membujuk berbuat munkar melalui rangsangan hawa nafsu yang mengalir dalam darah manusia. Oleh karena itu di Bulan Ramadhan kita berpuasa, berperang melawan hawa nafsu. Di saat itu setan dibelenggu sehingga tidak mengganggu manusia, maka manusia dapat leluasa ‘mengenali’ dan ‘menaklukkan’ hawa nafsunya yang selalu diperalat setan untuk menjerumuskan manusia. Diharapkan selepas bulan Ramadhan kita mampu mengenali dan melawan godaan setan karena telah menguasai hawa nafsu kita

– Dengan keahlian menyusup ke dalam tubuh manusia (kesurupan) setan dan jin telah berbuat kerusakan dan harus diperangi. Tindakan ‘kesurupan’ yang disengaja adalah haram menurut Islam dan sama sekali tidak dibenarkan karena praktik itu adalah SIHIR.

Tidak kuat IMANNYA akan menjerumuskan ybs ke Musyrikan . Jadi hati-hati !!!! Dosa Musyrik sangat Berat, tetapi lebih berat lagi yang menyebabkannya.

SANGAT BENAR – SAYA SETUJU !

(bersambung ke Bagian 4/7)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>