Pataka WebLOG

Pataka Official Site

Tenaga Dalam (Bagian 1/7)

Posted by pataka on March 11th, 2004

Pengantar : tulisan ini adalah diskusi dengan beberapa orang di milis Isnet dan Apakabar, serta pada newsgroup alt.culture.indonesia dan soc.culture.indonesia pada sekitar bulan Mei tahun 1998 lalu.

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmaanirrahim

Karena telah cukup banyak yang menanggapi kesurupan dan tenaga dalam, maka saya memberanikan diri untuk mempostingkan kumpulan artikel ‘tanya jawab’ saya dengan beberapa rekan lain di ACI, SCI dan Apakabar. Karena cukup panjang maka saya bagi menjadi beberapa bagian. Semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Chairil Anwar wrote:
TENAGA DALAM CIPTA RASA RAGA PROGRAM CEPAT

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kabar gembira. Bagi rekan -rekan sdr/sdri, Ibu dan Bapak yang ingin memperoleh tenaga dalam tanpa bersusah payah ini pilihan yang sesuai. Inti tenaga dalam disini tidak seperti pernapasan biasa, yang sesekali dipakai kita harus latihan lagi ( olah nafas ). Ilmu tenaga dalam program cepat ini kalau digunakan tidak akan hilang selama-lamanya,setelah dipergunakan akan terisi kembali yang mana meliputi :

- Keselamatan.
- Pengobatan.
- Kesehatan.
- Ketabiban.

Proses pengisian hanya memakan waktu ± 15 menit.

Olah nafas dengan gerakan dan metode bernafas tertentu : terutama dengan meniru cara bernafas bayi (pernafasan perut – semakin tua seseorang maka akan cenderung bernafas menggunakan dada !) akan menghasilkan penyerapan oksigen dan sirkulasi darah yang lebih sempurna. Efek berikutnya adalah menciptakan keteraturan nafas dan detak jantung, ditambah dengan konsentrasi pikiran dan gerakan tertentu yang memberi tekanan pada daerah sekitar pusar (solar plexus) akan menyebabkan fungsi syaraf dan energi bio-kimia-listrik tubuh yang selama ini ‘tidak terpakai’ menjadi terangsang (orang persilatan bilang ‘dibangkitkan rasa-nya’, ahli chi kung bilang ‘chi dialirkan’, ‘mbah bilang distroom’ dan ‘dukun bilang diisi’. Energi ‘terpendam’ inilah yang disebut dengan tenaga dalam dan setiap orang memilikinya, bila latihan pernafasan dilanjutkan dan konsentrasi ditingkatkan sehingga mampu menguasai alam bawah sadarnya, maka energi tersebut dapat dimanfaatkan dan dikendalikan misalnya untuk :

1. Pengobatan, di Filipina dan Amerika banyak pendeta gereja memanfaatkan meditasi pernafasan dengan kombinasi konsentrasi tertentu untuk mengobati jemaatnya. Mereka menyebutnya dengan ‘penyembuhan tenaga prana’, di Indonesia SANGAT BANYAK praktek demikian dan umumnya dikaitkan dengan KLENIK dan ditumpangi macam mantera maupun lelaku tertentu (puasa mutih dsb.). tenaga dalam dapat disalurkan ke tubuh pasien untuk membantu sel pertahanan tubuh penderita yang sakit agar lebih aktif melawan penyakit (virus, bakteri) yang dideritanya atau memperkuat organ yang diserang penyakit.

2. Membentengi diri dari serangan orang jahat, energi bio-kimia-listrik yang terpendam ini sebenarnya seringkali muncul secara tidak sengaja dalam bentuk gerakan refleks ketika kondisi kita terjepit, kepepet, tidak sadar atau dalam bahaya. Misalnya orang yang sedang stress, tidak sadar, meracau (kadang-kadang sering disebut kesurupan) tiba-tiba bisa memiliki kekuatan luar biasa sehingga diperlukan banyak orang untuk melumpuhkannya. Atau orang yang kepepet dikeroyok massa, tiba-tiba bisa melompati pagar tinggi atau menjatuhkan seluruh pengeroyoknya (Dalam hal ini saya mengalami dan menyaksikan sendiri !). Ini hanya beberapa contoh.

Dengan cara tertentu tenaga dalam dapat dipakai sebagai benteng atau dipasang sebagai pagar disekitar tubuh kita, tubuh orang lain atau benda-benda. Untuk memahaminya anda harus berpikir bahwa tenaga dalam adalah energi murni (potensial) yang bisa dibentuk apa saja : panas, dingin, gerakan dsb., bisa bersifat lembut, keras, mengalir atau menarik dsb. sehingga dengan cara penguasaan tertentu energi ini dapat kita tempatkan, ditinggalkan, diarahkan atau dikirimkan dengan maksud-maksud tertentu. Contohnya :

3. Sebagai pagar diri : orang marah umumnya membawa energi panas dan menyerang identik dengan sifat keras. Artinya bila ada orang jahat menyerang kita maka dia akan membawa energi panas yang bersifat keras, nah tenaga dalam yang dipasang disekitar tubuh kita telah disetting untuk mendeteksi sifat energi panas-keras (serangan orang jahat) yang menuju ke arah kita dan memberikan perlawanan. Energi pagar ini biasanya bersifat dingin (untuk meredam energi panas) dan kenyal / lembut (untuk menetralisir sifat keras) dan biasanya masih ditambah lapis kedua energi yang bersifat menolak apabila menerima rangsangan serangan sehingga penyerang bisa terlempar jatuh atau minimal serangannya meleset walaupun kita tidak melakukan gerakan ataupun tindakan apapun !

Pada serangan senjata tajam / tumpul maka pagar energi (tenaga dalam) disekitar kita harus diset untuk mampu mendeteksi gerakan dan sifat senjata (bukan hanya sifat keras-seperti pukulan tangan kosong) namun juga sifat berat dan tajam. Demikian juga dengan kebal api, kebal dingin dsb.

Bagaimana dengan kebal peluru ? Wujudnya sama saja, materi energi menyelimuti tubuh namun dengan lapisan yang lebih tebal, lebih padat (penuh) dan memiliki intensitas yang tinggi baik itu dari segi kekuatan, kerapatan maupun kecepatan. Mengapa kecepatan ? Energi yang dipakai untuk kekebalan terhadap peluru harus bergerak dinamis, bergetar dan mempunyai kecepatan gerak yang minimal sama atau lebih tinggi (mbah bilang frekuensinya harus sama atau lebih tinggi biar bisa nyambung) dari peluru ! Getaran yang tepat akan melumpuhkan / menyebar energi kinetik peluru (seperti air meredam energi kinetik batu yang jatuh ke kolam dengan gelombang air) dan kerapatan energi (intensitas) diperlukan karena bentuk peluru sangat kecil dan cepat.

Membutuhkan waktu yang lama untuk melatih kepekaan daya konsentrasi (rasa) melalui olah pernafasan sehingga mampu menguasai dan ‘membentuk’ energi murni dalam tubuh manusia sesuai yang diinginkan ! Pendeta Dalai Lama di Tibet melakoni meditasi Yoga misalnya, atau pendeta Hindu di India atau Jawara Banten. Bahkan mereka mampu melakukan hal yang tidak masuk akal seperti duduk diatas paku, terbang melayang, melewati bara api, kebal tusukan benda tajam dan pukulan benda tumpul dsb.

4. Isian pada benda, tenaga dalam yang sudah dibentuk dengan sifat tertentu dapat disalurkan, ditempatkan, ditinggalkan, diarahkan, dipancarkan atau dikirimkan : pendeknya diperlakukan sesuka hati siempunya. Seberapa besar energi yang diberikan bahkan bisa diatur sampai kapan waktu yang diperlukan / dikehendaki 1 hari, 1 tahun atau bahkan ribuan tahun (ingat energi adalah abadi dan tidak dapat dimusnahkan kecuali berubah bentuk). Praktek ‘pengisian’ seperti inilah yang disebut pengisian benda bertuah, susuk, jimat, sikep, guna-guna, santet, tenung dsb.

Prinsipnya sama saja seperti ‘pagar diri’ tadi hanya saja tenaga dalamnya bukan ‘produksi dalam negeri’ alias dikasih oleh mbah dukun atau eyang guru dengan perantaraan jimat, sikep, stroom, kontak dsb. Maka bila barang yang bisa berupa keris, cincin, kalung, ikat pinggang atau apa saja bahkan sebiji batu kerikil nggak dibawa maka anda akan ‘tembus’ dipukuli atau ditusuk orang.

Santet / tenung / guna-guna / susuk pun juga demikian caranya, hanya metodenya dibalik. Kalo jimat esensinya adalah sebuah benda berisi tenaga dalam maka santet maupun susuk sebaliknya, tenaga dalam berisi benda dan dimasukkan ke tubuh seseorang. Bila anda rajin nonton film StarTrek dengan mesin transfernya maka hal ini tampak wajar saja.

Mula2 materi didalam yang sudah ‘dibungkus’ tenaga dalam, molekulnya diubah menjadi energi murni oleh tenaga dalam tersebut sehingga keduanya sama-sama berbentuk energi, kemudian oleh sang dukun dikendalikan, diarahkan dan dikirimkan ke ‘alamat yang dituju’. Setelah sampai di alamat (perut anda misalnya) maka bungkusan dibuka dan molekul barang dikembalikan ke bentuk materi aslinya : misalnya paku berkarat, nah saat itu muleslah anda seketika, perut kembung dan dokter terbelalak kaget begitu melihat hasil rontgen ‘onderdil’ anda hehehe.

Cara lebih sadis apabila materi dikembalikan ke bentuk asal namun energi pembawa (carrier) tidak diambil alias ditinggalkan untuk menutupi ‘jati diri’ barang titipan tsb. akibatnya peralatan paling canggih sejagat sekalipun nggak mampu mendeteksinya sedangkan para dokter ahli sudah angkat tangan dengan penyakit ‘kembung’ yang anda derita.

Hal ini setali tiga uang dengan bila anda melihat atraksi di TV dimana orang yang ditutup matanya mampu melempar pisau tanpa meleset, jadi penjaga gawang, bersepeda bahkan membaca ! Very easy, karena tenaga dalam yang sudah dilatih sedemikian rupa dapat dibentuk / diwujudkan sebagai radar pendeteksi : peka terhadap warna, gerakan, benda-benda, suara dsb. pendeknya anda praktis seperti kelelawar tak bermata tapi tak pernah hilang arah, nubruk atau salah alamat masuk rumah tetangga ! Ini yang sering disebut sebagai indera keenam.

5. Sebagai seni bela diri. Bila anda menguasai silat, kungfu, karate, kempo, taekwondo, aikido dsb. maka jurus anda akan sangat mematikan bila dibarengi dengan penyaluran tenaga dalam. Bahkan gerakan bisa menjadi lebih efektif, kuat dan akurat. Tenaga dalam juga bisa difungsikan sebagai senjata jarak jauh maupun ‘tipuan’ kepada lawan.

(bersambung ke Bagian 2/7)

Popularity: 5% [?]

2 Responses to “Tenaga Dalam (Bagian 1/7)”

  1. CANA Mozilla Firefox 3.0.10 Windows XP
    Says on Mozilla Firefox 3.0.10 Windows XP

    tks atas pencerahannya, saya mohon alamatnya ?

  2. pataka Mozilla Firefox 3.0.12 SuSE Linux
    Says on Mozilla Firefox 3.0.12 SuSE Linux

    Alamat apa mas?

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »